Wisatawan Eropa Dilarang Terbang ke Luar Bali
Senin, 02 Jul 2007 16:06 WIB
Denpasar - Isu larangan terbang maskapai Indonesia ke Uni Eropa sudah merugikan pariwisata Bali. Negara-negara Eropa telah melarang warganya terbang ke luar Bali."Anggota kami telah menerima faximile dan email dari negara-negara di Eropa meminta agar warganya yang sudah berada di Bali agar membatalkan penerbangan ke luar Bali," kata Ketua Asosiasi Travel dan Agen Indonesia (ASITA) Bali Al Purwa dalam jumpa pers di kantor Bali Tourism Board (BTB), Jl Puputan Raya renon, Denpasar, Senin (2/07/2007).Purwa menambahkan negara eropa meminta warganya yang tetap melanjutkan liburan ke luar Bali agar membuat pernyataan bahwa melakukan penerbangan atas inisiatif sendiri.Larangan terbang ini berdampak pada menurunnya penjualan paket wisata Bali and Beyond Package. Wisatawan Eropa yang telah berada di Bali tidak akan bisa melanjutkan perjalanan ke luar Bali serta wisatawan di luar Bali tidak bisa melanjutkan liburan ke atau ke daerah lain, seperti Yogyakarta, Surabaya, Makasar, Irian Jaya.Larangan terbang di wilayah Indonesia dengan penerbangan domestik sudah dilakukan oleh Inggris, Perancis, dan Jerman. "Kemarin ada satu grup dari Surabaya yang akan ke Bali diminta mengendarai bus, dari Lombok ke Bali melalui jalur laut, dan dari Yogyakarta ke Bali menggunakan kereta api," kata Purwa.Jumlah kunjungan wisatawan Eropa ke Bali sejak Januari hingga Mei mencapai 149.980 atau 24,9 persen dari 600.775 wisatawan mancanegara yang telah berlibur ke Bali. Sebanyak 20 hingga 25 persen, wisatawan Eropa tertarik melanjutkan perjalanan ke luar Bali."Kita mendesak agar pemerintah segera memberikan penjelasan terkait larangan terbang maskapai Indonesia dari Uni Eropa. Jika larangan itu dikeluarkan maka pariwisata Bali akan keok bahkan pariwisata luar Bali pun akan lebih keok," kata Ketua BTB Gede Ngurah Wijaya.
(gds/djo)











































