Pro-Kontra Fauzi Perang Mulut di Depan Kantor KPUD

Pro-Kontra Fauzi Perang Mulut di Depan Kantor KPUD

- detikNews
Senin, 02 Jul 2007 15:27 WIB
Jakarta - Dua kubu pro dan kontra terkait Pilkada DKI Jakarta bertemu di depan kantor KPUD DKI. Mereka perang mulut dan saling main gede-gedean suara.Kubu pro mendukung penyelenggaraan pilkada berlangsung tepat waktu. Mereka mengenakan kaos oranye bergambar cagub Fauzi Bowo. Mereka berasal dari elemen Orangnye Jakarta dan Lingkar Studi Mahasiswa.Sedangkan kubu kontra menuntut pilkada diundur dengan alasan banyaknya kecurangan yang telah terjadi. Mereka terdiri dari BEM se-Jakarta, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Front Indonesia Semesta (FIS).Ramai dan berisik. Begitulah suasana di depan kantor KPUD DKI Jakarta, Jl Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2007). Dengan caranya masing-masing, mereka meneriakkan tuntutan mereka.Massa kubu pro duduk-duduk sambil mendengarkan orator yang memimpin bacaan tahlilan. Laa ilaaha illallah...Sementara massa kubu kontra yang berada di sebelah kubu kontra juga tak mau kalah suara. Seorang orator dengan megafon di depan mulutnya memimpin yel-yel di hadapan sekitar 200 orang."Satu kata untuk pilkada," kata sang orator."Mundur!" sahut pendemo."Dua kata untuk pilkada," lanjut sang orator"Mundur, mundur!""Tiga kata untuk pilkada.""Mundur, mundur, dan mundur!"Kedua orator yang memimpin kubu masing-masing 'memanas-manasi' pendukungnya agar suara mereka terdengar lebih keras.Sementara yang harus merelakan gendang telinganya mendengarkan suara yang makin keras tersebut adalah 2 SSK pasukan anti huru-hara yang berada tepat di tengah kedua kubu. Berpakaian lengkap dengan tameng dan tongkat, mereka berjaga-jaga kalau-kalau terjadi bentrokan antara kedua kubu.Dua kendaraan water canon juga sudah bersiaga menyemprotkan airnya ke massa yang berada di depan kantor KPUD.Sementara Jl Budi Kemuliaan yang menghubungkan Jl Thamrin dan Tanah Abang ditutup. Kendaraan dari Thamrin yang hendak ke Jl Tanah Abang terpaksa memutar ke Jl Medan Merdeka Barat. (ana/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait