Imbas Kasus RMS, Kabag Intelkam Polri Siap Terima Sanksi
Senin, 02 Jul 2007 14:24 WIB
Yogyakarta - Kasus penyusupan penari Republik Maluku Selatan (RMS) di acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang dihadiri Presiden SBY menjadi perhatian serius. Kepala Bagian (Kabag) Intelkam Mabes Polri Irjen Pol Saleh Saaf siap menerima sanksi. Namun Saleh Saaf tidak mau berpolemik dan mencari siapa pihak yang salah dalam kasus penyusupan RMS itu. "Masalah itu dapat menjadi suatu pembelajaran kita, khususnya pada jajaran intelijen yang dibawah tanggung jawab Mabes polri terutama yang di bawah saya Kabag Intelkam," kata Saleh Saaf kepada wartawan seusai menghadiri acara HUT Polri ke-61 di gedung Bappeda, Pemkab Sleman, Senin (2/7/2007).Dia mengatakan pihaknya akan berusaha untuk segera memperbaiki kinerja intelijen. Kalau pun hal itu memiliki konsekuensi pada dirnya maupun yang lain, jajaran intelijen siap untuk menerima dan memperbaiki citra. "Kita semua menerima dan memperbaikinya," tegas mantan Kapolda DIY itu.Ketika ditanya apakah tidak ada indikasi adanya aksi tarian Cakalele itu sebelumnya, Saaf menyatakan tidak mau membahas masalah itu saat ini. Sebab masalah tersebut, terutama yang berkaitan dengan kegiatan intelijen, bukan untuk konsumsi umum. "Yang jelas kinerja intelijen itu tidak pernah untuk disajikan di publik," tukas Saleh.Menurut dia, saat ini yang harus dilakukan adalah bukan saling menyalahkan antara berbagai pihak, namun semua itu menjadi sebuah pembelajaran. "Saya kira mungkin bukan saling menyalahkan. Kalau ada, itu salah kutip saja. Memang itu semua salah, tapi kita tidak usah melihat siapa yang salah. Ini merupakan pembelajaran," demikian Saleh Saaf.
(bgs/asy)











































