PBB-Partai PDK Jajaki Merger
Senin, 02 Jul 2007 12:23 WIB
Jakarta - Partai-partai politik kecil yang tidak lolos electoral threshold mulai saling menjalin komunikasi. Agar bisa ikut Pemilu 2009, Partai Bulan Bintang (PBB) misalnya mulai menjajaki Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK). Berbagai pertemuan PBB dan Partai PDK sudah digelar."Kami sudah tiga kali melakukan pertemuan dengan Pak Ryaas Rasyid (Ketua Umum Partai PDK). Dan kita sepakat akhir tahun 2007, Desember inilah, sudah bisa kita tentukan, sehingga ada waktu untuk sosialisasi," kata Ketua DPP PBB Yusron Ihza Mahendra kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/7/2007).Menurut adik kandung Yusril ini, pertemuan jajaran kedua partai belum menentukan nama partai politik hasil merger nanti. Namun, dia mengakui, usulan-usulan nama sudah mulai masuk. Misalnya, ada yang mengusulkan nama Partai Bulan Bintang Demokrasi dan Partai Demokratik Bulan Bintang."Nama-nama baru sebatas usulan saja. Karena harus mengakomodir dua partai, jadi harus ada yang merepresentasikan masing-masing partai," ujar Yusron.Saat ditanya mengenai struktur parpol harus merger, apakah otomatis ketuanya dari PBB atau sebaliknya, menurut Yusron, hal itu juga belum dibahas. "Kalau soal struktur, belum. Tapi, kita merasa ada kesamaan, meskipun asas beda. Karena Islam juga mengakomodir demokrasi dan kebangsaan," kata dia.Untuk diketahui, PBB selama ini berasaskan Islam. Sementara Partai PDK berasaskan nasionalis.Kenapa memilih Partai PDK, bukan partai lain? "Kalau PDIP kita tidak tertarik, karena kita kecil, tidak dianggap nanti. Kalau dengan Partai PDK, Pak Ryaas dulu kan pendiri PBB juga. Jadi, ada kesamaan visi dan misi," tutur dia.Sebelum berkeinginan merger dengan Partai PDK, PBB sebelumnya juga telah membuat parpol baru sebagai sekoci. Parpol itu bernama Partai Bintang Bulan yang diketuai Hamdan Zoelva.
(asy/sss)











































