Sikap Maju Mundur PKS Bisa Berbuntut Negatif

Sikap Maju Mundur PKS Bisa Berbuntut Negatif

- detikNews
Senin, 02 Jul 2007 10:38 WIB
Jakarta - Sikap PKS yang sebentar ingin maju, sebentar ingin mundur, dan akhirnya benar-benar maju dalam Pilkada DKI diduga akan berimbas negatif terhadap pasangan calon yang diusung partai ini. Sikap 'plin plan' PKS akan memberikan rasa tidak percaya di kalangan pemilih."PKS kan partai yang pertama kali mengumumkan calon yang diusung. Jika di detik terakhir seperti ini tentu akan memberikan dampak negatif pada masyarakat. Membuat ketidakpercayaan pemilih pada calon yang diusungnya," ungkap Direktur Pusat Kebijakan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid kepada detikcom, Senin (2/7/2007).Selain itu, perilaku massa PKS terkait kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT), meski kecil, juga akan berdampak negatif pada hasil akhir Pilkada. Sebab selama ini PKS dikenal sebagai partai yang agamis dan tertib. "Tapi dalam kasus ini PKS menunjukkan emosionalnya," kata dia.Sikap PKS tersebut, imbuh Husin, menunjukkan sikap tidak konsekuen PKS dan memperlihatkan ketakutan PKS menghadapi Pilkada."Memang seluruh lembaga survei menunjukkan perbandingan 60:40 untuk Fauzi dan Adang. Tapi kalau konsekuen, PKS tentu tidak akan melihat hal ini. Perlu dicatat survei kita menunjukkan partisipasi warga Jakarta untuk ikut pilkada mencapai 80-85 persen," tuturnya.Bahkan prediksi golput akan meroket sejauh ini tidak terbukti. Hasil survei Puskaptis menunjukkan, penurunan golput secara signifikan."Akhir Maret angkanya memang masih 34 persen, tapi kecenderunganya turun. Kalau dilihat partisipasi yang mencapai 80-85 persen, berarti kan sekarang sekitar 15 persen angka golputnya," kata dia.Tingginya angka golput di akhir Maret, imbuh dia, merupakan dampak wacana calon independen dalam pilkada. Namun setelah ada sosialisasi bahwa UU tidak mengcover calon independen, angka golput menurun."Jadi sebetulnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan PKS," katanya. (umi/nrl)


Berita Terkait