Ganja Aceh Punya Cerita
Dodol Berhadiah Rumah Sakit
Senin, 02 Jul 2007 09:31 WIB
Banda Aceh - Tak hanya pada gulai kameng (gulai kambing), ganja di Aceh juga dapat dicampur dengan dodol. Dodol ganja, begitu sebutannya. Tapi, karena terbatasnya tenaga pembuat dodol ganja ini dan juga terbatasnya permintaan, biasanya dodol ganja baru dibuat jika dipesan khusus dan dibanderol dengan harga yang khusus pula. Pemesannya juga tak bisa sembarangan. Biasanya harus orang yang dikenal oleh si tukang masak. Negosiasi biasanya diawali sebelum dodol dimasak. Ada pemesan yang terima bersihalias si pemesan tak perlu menyediakan ganjanya. Tapi konsekuensinya, harus membayar lebih mahal. Ada juga, si tukang masak minta disediakan ganjanya karena tak mau repot. Jumlahnya, tergantung beraga kilogram tepung yang akan dijadikan dodol. Dan tentu saja, harganya jadi agak miring. Tak sembarangan orang bisa memasak dodol yang terkadang dijadikan oleh-oleh para pelancong ke Aceh ini. Karena jika tak ahli, dalam hitungan hari, dodol bisa terasa tengik. Tapi jika ahli, dodol biasanya bisa tahan sekitar 1 bulan. Jika kebetulan mendapat oleh-oleh dodol ini, hati-hati ketika mengkonsumsinya. Sebab, campuran tepung dan ganja umumnya tak berbanding jauh. Karena itu, jika ditawari dodol khusus ini, jangan mengkonsumsi terlalu banyak. Apalagi, reaksi yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi dodol ganja ini tak berlangsung lama. Menurut Ahmad, salah seorang tukang masak dodol ganja pada detikcom, reaksi atau sensasi yang ditimbulkan biasanya berselang setelah satu atau bahkan dua jam setelah dodol dikonsumsi. Sehingga tak jarang, ketika orang yang tak pernah makan dodol ganja ini, ketika sesaat setelah makan dan tak merasakan apa-apa, biasanya terus makan dan makan lagi. Karena mereka berpikir dodol yang dimakan tak memberi reaksi atau sensasi apa pun. Tapi, setelah dua jam dan jika terlalu banyak mengudapnya, dijamin akan digotong ke rumah sakit terdekat.Seorang teman pernah berkisah tentang pengalamannya. Ketika pulang bertugas dari Banda Aceh, dia membawa dodol ganja sebagai oleh-oleh. Sesampai di kantor, oleh-oleh spesial itu diletakkan di atas meja kerjanya. Tapi karena takut terjadi apa-apa, si teman menuliskan "Dodol Ganja" di dekat dodol tersebut. Maksud hati, agar yang makan tidak terlalu berlebihan ketika mengkonsumsinya. Sayangnya, ide si teman disalahartikan sebagian orang di kantornya. Dia dianggap bercanda agar tak ada yang memakan dodolnya. Alih-alih hanya disantap sedikit, para rekan kerjanya memakan dodol tersebut dalam jumlah yang lumayan banyak. Buntutnya, beberapa orang di antaranya terpaksa dibawa ke rumah sakit terdekat.
(ray/nrl)











































