Kelapa Sawit Ditengarai Penyebab Bencana di Kalimantan
Senin, 02 Jul 2007 02:28 WIB
Jakarta - Sekilas memang tidak ada hubungan antara kelapa sawit dengan bencana alam. Namun, alih lahan kelapa sawit ditengarai merupakan penyebab utama bencana alam di Kalimantan.Hal itu terungkap dalam Konferensi Rakyat Indonesia (KRI) yang diselenggarakan Walhi di Kompleks Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Minggu (1/7/2007)."Kami melihat Borneo menjadi ajang eksploitasi sumber daya alam sejak tahun 70 an sudah masuk hak pengelolaan hutan (HPH) dan kini pertambangan serta kelapa sawit. Alih fungsi ini sangat memberatkan kami, karena hutan-hutan menjadi gundul, bukit-bukit habis dipapras dan sumber air berkurang," kata Arbani, peserta diskusi dari Kalsel.Borneo atau Kalimantan menjadi satu-satunya pulau di Indonesia yang wilayahnya di duduki oleh tiga negara yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia. Namun, dari peta kepemilikan terutamaperkebunan sawit, kini banyak dikuasai oleh pengusaha-pengusaha Malaysia.perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat tercatat ada 222 perusahaan. Satu perusahaan mengelola 6.000-10.000 hektar lahan. Untuk membuka lahan tersebut dilakukan dengan cara membakar.Bisa dibayangkan berapa luas yang ditanami kelapa sawit di Kalimantan Barat dan betapa pekatnya asap yang dihasilkan dari pembakaran tersebut, sehingga dapat melumpuhkan aktivitas masyarakatnya."Kebijakan pemerintah dalam hal ini bukan saja pemerintah daerah tapi juga pemerintah pusat. Mereka seolah tak peduli dengan masyarakat yang tinggal dan menetap disana. Kami hanya dijadikan obyek pembangunan," ujar seorang peserta.Untuk mengatasi hal itu, diusulkan model penanganan dan pencegahan bencana. Hal-hal yang harus dilakukan antara lain menegakkan hukum adat, memproteksi kawasan masyarakat adat, pelestarian hutan adat, dan penangan kebakaran hutan secara tradisional dengan gotong royong.
(nvt/Ari)











































