Puskaptis: Pendemo KPUD DKI Gunakan Data yang Tidak Valid
Senin, 02 Jul 2007 00:03 WIB
Jakarta - Hasil survei Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) digunakan sebagai acuan menolak daftar pemilih tambahan KPUD DKI Jakarta. Data itu dinilai tidak valid dan tidak akurat."Para penolak penetapan DPT berdasarkan hasil survey LP3ES sebagai rujukan untuk protes kepada KPU DKI Jakarta tidak bisa dibenarkan karena data tersebut tidak valid," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Minggu (1/7/2007).Dia memaparkan, data survei tidak bisa digeneralisasi untuk ditarik sebagai sebuah kesimpulan dan dijadikan sebagai dasar untuk pengambil keputusan. "Dikarenakan pihak LP3ES hanya mensurvey 5.131 responden yang tersebar di 267 kelurahan," ungkap Husin.Karenanya, data temuan LP3ES tentang adanya 22,2 persen warga Jakarta tidak terdaftar sebagai pemilih, dan 21 persen ghost voters (pemilih siluman) tidak bisa digeneralisasi bahwa ada sekitar 1,3 juta penduduk Jakarta yang tidak terdata."Hasil temuan LP3ES tersebut dapat kita jadikan masukan dan rujukan bersama dalam pelaksanaan pilkada telah ditemukan data sebesar 19,1 persen responden yang mengecek namanya apakah terdaftar di TPS atau tidak. Sementara responden yang tidak mengecek namanya di Daftar Pemilih Sementara (DPS) mencapai 78,4 persen, juga ditemukan bahwa DPS berada dilokasi yang sangat strategis sebesar 97,2%," papar pria bertubuh subur ini.Dia pun mengajak masyarakat agar bersikap arif menyikapi persoalan yang ada. "Kalau semua kebenaran sudah diungkapkan, pastinya tak ada kesimpang siuran yang terjadi seperti saat ini," imbuh Husin.DPT mengalami penambahan waktu sebanyak tiga kali. Pertama, 14-16 Juni, kedua 17-19 Juni, dan ketiga 26-28 Juni, dengan jumlah penambahan DPT sebesar 4.261.Hasil akhir DPT sebanyak 5.725.767 hak pilih, yang terdiri dari 2.893.255 (51%) pemilih laki-laki dan 2.832.512 (49%) pemilih perempuan di 11.202 TPS. Husin menilai hal ini sebagai perwujudan kerja keras KPU DKI."Jumlah ini mencapai 75,36% dari jumlah penduduk DKI Jakarta. 7.597.290 Jiwa yang terdata oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), yaitu dalam DP4 di 29.111 rukun tetangga, 2.595 rukun warga di 267 Kelurahan, 44 Kecamatan, dan 1.868.838 kepala keluarga, dengan total sebanyak 5.627.350," tambahnya.Pelaksanaan pemutakhiran verifikasi pendataan hasil pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Dinas Dukcapil, kata Husin, telah melalui prosedur yang benar dan akurat, karena didasarkan atas Surat Edaran menteri dalam Negeri No 470/SJ/3300/2005. "Prosedur sudah dilaksanakan dengan benar," tandas Husin.
(nvt/Ari)











































