Pemuda Maluku Bersatu Tuntut Usut Tuntas Insiden RMS

Pemuda Maluku Bersatu Tuntut Usut Tuntas Insiden RMS

- detikNews
Minggu, 01 Jul 2007 23:42 WIB
Jakarta - Pemuda Maluku Bersatu (PMB) menuntut kasus pembentangan bendera RMS diusut tuntas pihak berwenang. Karena peristiwa itu dinilai telah menabrak konstitusi. Meski demikian, hal itu perlu dipandang sebagai peringatan kepada pemerintah supaya bekerja lebih baik."Kami meminta pihak yang berwenang mengusut tuntas. Kita menentang cara berpikir yang menabrak konstitusi. Namun jangan terlalu takut karena itu bisa menjadi warning bagi pemerintah," kata salah satu Ketua PMB Franky Sahilatua kepada detikcom, Minggu (1/7/2007).Menurut PMB, RMS secara idiologis maupun organisatoris telah lenyap. Bendera yang dibentangkan hanya sebatas simbol kekecewaan terhadap pemerintah."Tapi jangan sampai kekecewaan sebagai bangsa. Bangsa harus dijaga dan langgeng, sementara pemerintah periodik," tukas Franky.Penyanyi lagu-lagu balada ini mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing dengan isu separatis maupun insiden tersebut. Sejauh ini, masyarakat Maluku tetap menjaga kerukunan antar golongan. "Warga tak ada yang bereaksi. Semua berlangsung seperti biasanya," tambah dia.Para pimpinan PMB yang tengah melakukan musyawarah pimpinan nasional di TMII Jakarta, juga menyesalkan terjadinya insiden itu. Namun, PMB mengingatkan pemerintah, bahwa persoalan mendasar di Maluku bukan RMS tetapi kemiskinan dan korupsi."Tentu, petinggi keamanan seperti Pangdam dan Kapolda harus bertanggungjawab. Namun, akar persoalan adalah kesejahteraan yang minim dan kemiskinan yang merajalela. Bila itu dibenahi, isu seratis akan hilang dengan sendirinya," ujar Franky memberikan solusi. (Ari/nvt)


Berita Terkait