Turis Irit Belanja di Bali
Minggu, 01 Jul 2007 22:09 WIB
Denpasar - Kunjungan wisatawan yang kian meningkat di Bali belum berdampak pada membaiknya perekonomian di sektor pariwisata. Sebab, masa tinggal wisatawan mancanegara masih pendek. Mereka pun irit membelanjakan dolarnya.Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali menunjukkan angka kunjungan wisatawan mancanegara hingga April 2007 mencapai 25.140 orang atau naik 20,28 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2006.Kunjungan wisatawan mancanegara didominasi wisatawan Asia. Wisatawan Jepang menduduki peringkat pertama sebanyak 19,03 persen, kemudian Australia 12,02 persen, Taiwan 8,86 persen, Korsel 8,18 persen, dan Malaysia 6,34 persen.Ketua BPS Bali Ida Komang Wisnu mengatakan, meskipun jumlah kunjungan wisatawan meningkat namun lama tinggalnya lebih singkat. Hunian hotel berbintang lebih kecil, yaitu rata-rata 3,92 hari dibandingkan dengan hotel non berbintang 3,96 hari."Singkatnya kunjungan wisatawan berdampak pada kecilnya jumlah uang yang dibelanjakan. Nilai belanja wisatawan Eropa rata-rata sebesar 1.359 dolar sedangkan wisatawan Asia, yaitu Jepang uang yang dikeluarkan sebesar US$ 1.336," kata Wisnu.Jumlah uang yang dibelanjakan wisatawan Eropa lebih besar karena masa tinggalnya lebih lama, yaitu antara dua minggu sampai satu bulan.
(gds/nvt)











































