BIN Sudah Informasikan Rencana Penyusupan RMS di Harganas
Minggu, 01 Jul 2007 16:52 WIB
Jakarta -
Badan Intelijen Negara (BIN) tak terima dituding sebagai pihak paling bersalah dalam kasus penyusupan pendukung RMS pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). BIN mengaku sudah menginformasikan rencana kegiatan tersebut kepada Pangdam XVI Pattimura dan Kapolda Maluku.Temuan BIN mengenai rencana aksi pendukung RMS itu telah dipaparkan dalam rapat internal bersama Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Sudarmaidy Soebandi, Kapolda Maluku Brigjen Pol Gatot Guntur Setiawan sebelum kedatangan Presiden SBY."Sebenarnya jauh hari sebelum SBY datang, Mensesneg mengundang Gubernur Maluku, Pangdam, Kapolda untuk memaparkan kesiapan-kesiapan unsur menyambut kedatangan SBY," ujar Staf Khusus Kepala BIN Janzi Sofyan dalam jumpa pers di Dapur Sunda, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (1/7/2007).Dalam rapat itu, lanjut Janzi, dipaparkan hal-hal apa saja yang pantas maupun tidak pantas dalam susunan acara Harganas XVI di Ambon. Susunan acara itu pun adalah tanggung jawab Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu."Setelah itu mereka kembali ke daerahnya. Kemudian gladi resik terus dilaporkan lagi ke Jakarta. Pangdam dan Kapolda lalu rapat internal. Di situ ada unsur intelnya,"ujarnya.Dikatakan Janzi, dalam rapat itulah, BIN sudah sampaikan 3 informasi yang harus dieprhatikan secara khusus untuk menyambut kedatangan SBY. Pertama, RMS akan melakukan aksi pengibaran bendera, kedua akan ada demonstrasi dari kalangan pengungsi, dan ketiga ada demonstrasi soal lingkungan hidup."Dari segi intelijen semua sudah disampaikan. Dari Menkopolkam juga sudah dipaparkan 3 hal itu harus diwaspadai,"tukasnya.Janzi menyesalkan adanya statement Panglima TNI Djoko Suyanto yang terkesan menyalahkan BIN terkait pengibaran bendera RMS di depan Presiden SBY. Menurut Janzi, BIN tidak memiliki kekuatan untuk melakukan eksekutor."Kami hanya memberikan informasi. Polisi yang antisipasi. sangat tidak elok panglima mengatakan kami yang salah,"imbuhnya.Karena itu, tambah Janzi, BIN meminta kasus ini diusut sampai selesai. Karena pengamanan Presiden sendiri terdiri dari 3 ring. ring Polri, TNI dan Paspampres."Tiba-tiba kok bisa masuk anggota RMS ini pertanyaan besar," ungkapnya.
(ziz/djo)










































