Penyusupan RMS Bukti Keamanan Presiden SBY Juga Rawan

Penyusupan RMS Bukti Keamanan Presiden SBY Juga Rawan

- detikNews
Minggu, 01 Jul 2007 14:48 WIB
Jakarta - Aksi penyusupan pendukung RMS pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XIV di Ambon, tidak hanya membuktikan buruknya kinerja intelijen. Peristiwa itu juga menunjukkan rawannya keselamatan Presiden SBY."Kerawanan itu termasuk juga kemungkinan Presiden bisa ditembak dan sebagainya," kata pengamat intelijen, Soeripto saat berbincang-bincang dengan detikcom, Minggu (1/7/2007). Soeripto juga mengatakan, inti persoalan ini adalah terletak pada kelemahan intelijen Polri. Sebab dalam daerah yang berstatus tertib sipil, tanggung jawab keamanan berada di tangan polisi."Menurut saya ini kelemahan intelijen polisi. Kapolda Maluku harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Dia harus dicopot karena peristiwa itu memalukan sekali," tukas Soeripto.Pria berkacamata ini menambah, aksi pendukung RMS itu juga berdampak buruk bagi citra Indonesia di luar negeri. Banyak pihak akan memanfaatkan insiden tersebut sebagai black campaign terhadap Indonesia."Mereka akan bilang keamanan dalam negeri Indonesia sangat rawan. Di depan Presiden SBY saja RMS berani beraksi," tutur Soeripto.Menurut Soeripto, ke depannya intelijen Polri harus lebih diperbaiki. Polisi jangan sekadar reaktif, tapi tetap harus bisa bersikap proaktif."Intelijen polisi harus lebih profesional. Mereka harus punya peta yang tepat untuk masing-masing daerah, baik mengenai politik, gangguan keamanan dan sebagainya," pungkasnya. (djo/ana)


Berita Terkait