Penumpang Busway Membludak di Halte Halimun Rebutan ke Ragunan

Penumpang Busway Membludak di Halte Halimun Rebutan ke Ragunan

- detikNews
Minggu, 01 Jul 2007 14:32 WIB
Jakarta - Halte Busway Halimun disesaki sekitar 300 penumpang yang hendak menyerbu Ragunan. Saking padatnya, penumpang berdiri impit-impitan. Tangis anak-anak menambah panas suasana.Begitulah suasana halte transit koridor IV dan VI itu pada Minggu (1/7/2007), pukul 13.00 WIB. Kebanyakan penumpang tampak membawa bekal berupa tikar dan tentengan rantang. Anak-anak yang dibawa orangtuanya terlihat tidak betah. Suara tangis anak-anak itu terdengar hampir di setiap sudut halte."Keluar, keluar. Mana busnya? Panas, panas," jerit seorang bocah laki-laki pada ibunya sambil menangis."Diam, diam, diam. Semua juga panas," ketus sang ibu.Sudah cukup lama rupanya mereka menunggu busway menjemput penumpang. Namun setiap ada yang tiba, langsung dijejali penumpang. Mereka berebutan, sikut kiri-kanan, hanya demi segera masuk ke bus. Yang tidak beruntung, ya dipersilakan menunggu bus berikutnya.Bagi yang sudah masuk di bus, rasa nyaman belum juga didapat. Mereka harus berdesakan di dalam bus. Bisa dibayangkan, bus yang biasanya hanya memuat sekitar 40 orang, sekarang harus memuat sekitar 65 orang. Susah bergerak dan bernafas. Dinginnya AC pun tak terasa.Penumpang berjejalan di belakang bus. Saking padatnya, pramudi (sopir busway) tidak berani membuka pintu belakang. Alhasil, meski busway tetap mampir di setiap halte, hanya penumpang yang dekat pintu depan yang bisa ke luar. Bagi yang berada di belakang, ya terpaksa ikut sampai halte Ragunan.Seperti yang dialami Ian. Pemuda yang hendak turun di halte Buncit Indah tidak bisa turun di tempat yang diinginkan. Dia harus turun di halte penghujung, bersama puluhan penumpang busway lainnya."Penuh banget. Saya nggak bisa turun di halte Buncit Indah. Bergerak ke depan saja nggak bisa," keluh pemuda berkulit gelap itu dengan senyum terpaksa.Bagi penumpang yang hendak berwisata ke kebon binatang Ragunan juga harus ekstra sabar. Ketika busway yang ditumpanginya tiba di depan Departemen Pertanian, antrean kendaraan siap menanti. Untuk tiba di shelter terakhir, mereka harus menunggu selama sejam. Padahal jarak kantor Departemen Pertanian ke Ragunan tidak lebih dari 1 Km."Ini lonjakan penumpangnya banyak sekali. Mungkin karena hari libur dan tanggal muda. Padahal 31 armada sudah disediakan untuk koridor 6 Minggu ini," ucap Prambudi Warsito menceritakan lonjakan penumpang di koridor VI akhir pekan ini. (ana/ziz)


Berita Terkait