Terkenal Berani, Julius Usman Pernah Tembak Mobil Ajudan Soeharto
Minggu, 01 Jul 2007 06:40 WIB
Jakarta - Julius Usman bukan hanya dikenal berani dalam berpolitik, dalam kehidupan sehari-hari pun dikenal berani dan cenderung nekat. Suatu waktu di 1980-an, almarhum Julius pernah menembak mobil ajudan penguasa Orde Baru, Soeharto."Dia itu terkenal berani karena pernah menembak mobil ajudan Soeharto di Kebayoran Baru (Jakarta Selatan)," kenang sahabat Julius, Panda Nababan, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (1/7/2007)."Itu lagi jaya-jayanya Orde Baru," tambah Wakil Ketua Fraksi PDIP DPR itu.Julius, yang memiliki bapak seorang anggota militer itu, menembak karena kesal dimaki oleh sang ajudan Soeharto. Sebab, sang ajudan merasa mobilnya ditabrak mobil Julius."Mereka berselisih di jalan, bertabrakan. Almarhum dimaki. Julius keluar, dia tembak kaca mobil ajudan itu," kata Panda menceritakan polah mantan rekannya sesama anggota fraksi PDIP di DPR periode 1999-2004 itu."Habis itu, dia ditangkap. Masuk penjara," kata Panda.Peristiwa itu bukan satu-satunya kenangan Panda mengenai keberanian Julius Usman yang pernah mencalonkan diri jadi wakil presiden pada tahun 1996 itu. Saat demonstrasi Malari 1974, Julius juga nekat memanjang gedung Wisma Nusantara, Jl MH Thamrin, untuk menarik perhatian publik."Dia naik ke atas Wisma Nusantara, pasang spanduk. Terus provokatif di sana. Saya dengan dia naik ke atas. Sebelumnya kita telponin wartawan, tentara, dan politisi supaya bisa terpublikasi," kenang Panda.Namun sayang, persekutuan politik Panda dengan Julius di PDIP terganggu di tahun 2003. Julius cabut dari PDIP dan memilih mendukung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden dalam Pilpres 2004."Namun kami masih sering berkomunikasi. Harusnya Senin (2/7/2007) ini kami ketemu. Walau tidak aktif di PDIP lagi, beliau masih tetap merasa PDIP sampai akhir hayatnya," tandas Panda.Julius Usman meninggal dunia Sabtu (30/6/2007) pukul 14.30 WIB dengan meninggalkan 3 putri, 2 putra dan 9 cucu di usia 64 tahun. Julius akan dikubur di TPU Tanah Kusir, Minggu (1/7/2007) pukul 09.00 WIB ini.
(aba/aba)











































