Mendiknas Lepas Peserta KKN Pemberantasan Buta Huruf
Sabtu, 30 Jun 2007 20:36 WIB
Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo melepas mahasiswa peserta KKN Pemberantasan Buta Aksara (PBA) dari 23 perguruan tinggi se-Jawa dan Madura.Pelepasan KKN PBA itu bersamaan dengan pelepasan 4.162 peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM), di Gedung Pusat UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Sabtu (30/6/2007).Bambang menyampaikan, program KKN merupakan salah satu bentuk Tri Darma perguruan Tinggi (PT) yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian itu harus berdasar pada pendidikan dan penelitian."Bukan hanya di perguruan tinggi, bahkan di kalangan perusahaan pun pengabdian kepada masyarakat dipandang sangat penting. Terutama akhir-akhir ini yang terkenal dengan program corporate social responsibility," ujar Bambang di hadapan mahasiswa peserta KKN, seperti dilansir media center Depdiknas ke redaksi detikcom.Hadir mendampingi Mendiknas, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas Ace Suryadi, Direktur Pembinaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Depdiknas M. Munir, dan Rektor UGM Sudjarwadi.Pelaksanaan KKN akan dilakukan dengan dua pola. Pertama, pola menginap dilaksanakan pada 2 Juli sampai 31 Agustus 2007. Pola ini ditujukan bagi mahasiswa yang berstatus belum bekerja.Kedua, pola tidak menginap. Pola ini ditujukan bagi mahasiswa yang berstatus sudah bekerja. Pola ini dilaksanakan pada 25 Juni sampai 4 September 2007.Kegiatan KKN PPM UGM Antar Semester Tahun 2007 akan berlokasi di 8 provinsi dan tersebar di 54 kabupaten. Provinsi tempat kegiatan yakni, Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 5 kabupaten, Jawa Tengah sebanyak 17 Kabupaten, Jawa Timur sebanyak 18 Kabupaten, Jawa Barat sebanyak 8 kabupaten, Banten sebanyak 2 kabupaten, Lampung sebanyak 1 kabupaten, Gorontalo sebanyak 1 kabupaten, dan DKI Jakarta sebanyak 2 kota.Beberapa tema yang diusung dalam penyelenggaraan KKN di antaranya adalah pembinaan potensi daerah, pembinaan UMKM, pengentasan kemiskinan, pengentasan buta aksara, penuntasan wajib belajar sembilan tahun, peningkatan mutu pendidikan, pertanian terpadu, dan pengelolaan lingkungan.
(aba/aba)











































