Kader PKS Ditodong Pistol Satpol PP Saat Minta DPT
Sabtu, 30 Jun 2007 17:36 WIB
Jakarta - Kader PKS Ahmad Lukman kaget bukan kepalang saat melihat pistol diarahkan ke kepalanya oleh petugas Satpol PP saat melobi Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pancoran Sumadi untuk meminta daftar pemilih tetap (DPT).Insiden penodongan ini dibeberkan oleh Humas DPW PKS DKI Jakarta Dedi Supriyadi di Media Center Adang-Dani, Jalan Biliton nomor 11, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/6/2007).Aksi penodongan itu berawal ketika 4 kader PKS yakni Ahmad Lukman, Prima Kumara, Hendri Sugiharto, dan Ikhwan Ashadi menyambangi pengurus PPS untuk meminta daftar pemilih tetap (DPT) pada Jumat 29 Juni pukul 22.30 WIB.4 Kader PKS yang juga merupakan warga Pancoran ini masuk setelah melihat pintu gerbang kantor PPS dalam kondisi terbuka. Namun mereka tidak menemui satu pun pengurus PPS. Hanya ada beberapa hansip yang berjaga.Mereka lantas diterima dengan baik oleh Hansip setelah menyampaikan maksudnya meminta DPT. Hansip semula tidak mengabulkan permintaan mereka karena tidak berwenang. Namun setelah diberi keterangan oleh 4 kader PKS, Hansip akhirnya memberi izin agar digandakan dengan jaminan Prima Kumara.Saat sedang mencopot DPT tiba-tiba muncul Ketua PPS Pancoran Sumadi. Sumadi langsung mengambil kembali DPT tersebut untuk disimpan di sekretaris kelurahan.Nah... saat 4 warga ini melakukan dialog dengan Sumadi, tiba-tiba seorang petugas Satpol PP masuk sambil menodongkan pistol ke arah Ahmad Lukman. 3 Teman Lukman dan Hansip langsung menghalangi. Mereka minta Satpol PP keluar karena bukan urusannya. Dialog pun kembali dilakukan.Lukman dan Prima melaporkan penodongan oleh Satpol PP ke Polsek Pancoran pada Sabtu pukul 01.30 WIB. Laporan itu diterima petugas bernama Henri dan Mujiono. Surat bukti laporan bernomor 223/B/VI/2007/Sektor Pancoran."Jadi tidak benar mereka ditangkap. Justru mereka berdua yang melapor ke polisi," kata Dedi.Direktur Media Center Adang-Dani Hartono menambahkan, berdasarkan UU, satpol PP tidak dibenarkan dan dilarang membawa senjata api. "Kok ini membawa senjata api, apalagi mengancam warga. Ini berbahaya jadi yang kita laporkan surat izin kepemilikan senjata api," kata Hartono. Senjata beneran atau bohongan? "Saya tidak tahu, itu asli atau tidak biar polisi yang memeriksa," sahutnya.Lukman yang hadir dalam kesempatan itu mengaku mengenali wajah satpol PP yang menodongnya."Saya tidak tahu itu pistol beneran atau tidak. Saya hafal wajahnya tetapi saya tidak lihat namanya karena tertutup jaket. Kalau saya diminta menunjukkan wajahnya, saya hafal," kata Lukman.Lukman mengaku beberapa kali mendatangi PPS untuk meminta DPT, namun selalu gagal. "Lagian kalau datang siang saya bekerja. Kami hanya niat untuk fotokopi dan tidak ada niat untuk merobek yang ditudingkan KPUD," cetus Lukman.
(aan/asy)











































