Pertanyaan Bodoh DPR Surutkan Minat Calon KPK

Pertanyaan Bodoh DPR Surutkan Minat Calon KPK

- detikNews
Sabtu, 30 Jun 2007 14:20 WIB
Jakarta - Belum adanya sistem fit and proper test yang jelas oleh Komisi III DPR-RI, disinyalir sebagai penyebab utama menurunnya minat masyarakat mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK."Orang-orang yang potensial itu tidak percaya dengan proses seleksi di DPR yang bisa menjamin objektivitas dan fairness," ungkap Mas Ahmad Santosa, anggota panitia seleksi anggota KPK. Hal tersebut disampaikan dia usai diskusi interaktif radio di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2007). Pernyataan itu sendiri mengutip penuturan kalangan LSM yang kini sedang bergerilya mendorong para tokoh anti korupsi untuk segera mendaftarkan diri sebagai calon anggota KPK. Teten Masduki yang ditemui dalam kesempatan sama membenarkan sinyalemen di atas. Menurutnya, kalangan LSM pernah pula mengadakan riset khusus terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anggota DPR dalam proses fit and proper test beberapa komisi. Hasilnya sungguh mengejutkan. Sebab masih saja ada anggota DPR yang mencecar para calon anggota komisi yang terhormat itu dengan pertanyaan-pertanyaan bodoh dan tidak objektif."Ada calon anggota Komnas HAM yang ditanya 'apakah membangunkan suami tengah malam melanggar HAM?.' Calon anggota KPU dulu juga ada yang ditanya 'sejak kapan botak?.' Bagaimana mungkin kita berharap banyak?," ungkapnya. Demi memulihkan kembali kepercayaan masyarakat, baik Mas Santosa maupun Teten menyarankan Komisi III segera melakukan perbaikan. Caranya dengan mengganti prinsip one person one value one vote yang mereka anut selama ini dengan menetapkan satu parameter tegas yang manjadi kesepakatan bersama. "Mereka harus punya parameter sama dengan kita yang menjamin bahwa lima orang (anggota KPK) yang mereka pilih dari 10 nama yang diajukan Presiden RI, adalah yang paling berkualitas, berani dan punya integritas," lanjut Mas Ota. (lh/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads