Penyusupan Pendukung RMS Permalukan Presiden SBY
Sabtu, 30 Jun 2007 14:00 WIB
Jakarta - Penyusupan pendukung Republik Maluku Selatan (RMS) di acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Ambon dinilai telah mempermalukan Presiden SBY. TNI dan Polri akan mengevaluasi sistem pengamanan VIP dan kunjungan Presiden ke daerah. "Sebenarnya berapa kekuatan yang ada di ring 1 dan ring 2, sehingga kejadian itu sangat mempermalukan beliau (Presiden SBY-red) di hadapan para tamu undangan dan tamu negara lainnya," kata Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal Pol Soetanto di Kantor Menko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2007). Menurut Panglima, evaluasi pengamanan yang akan dilakukan mencakup mengenai wewenang dan tanggung jawab masing-masing peran, seperti Kodam, Kodim, Korem. Begitu juga akan dilakukan evaluasi terhadap peran Polda, Polres dan Polsek, termasuk aparat Pemda di daerah. "Yang penting, kita tidak akan mentolerir aksi-aksi yang mendukung separatisme. Tetapi ini tidak hanya dilakukan oleh TNI-Polri saja, tapi juga oleh semua masyarakat. Dan kami tetap melakukan hal itu sesuai UU dan peraturan yang berlaku," jelas Panglima TNI. Seperti diberitakan, Jumat (29/6/2007), puluhan pendukung RMS menari di depan Presiden SBY dan pejabat pemerintahan di Lapangan Merdeka, Ambon, saat digelar acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Mereka menari Cakalele (tarian perang) dan membentangkan bendera RMS. Akibat penampilan mereka, Presiden SBY berang. Para pendukung RMS ini kemudian ditangkap dan diperiksa. Saat ini, para penari RMS ini masih diperiksa intensif oleh polisi.
(asy/aan)











































