Celana Dalam Berenda dan BH Dibawa ke KPUD DKI
Sabtu, 30 Jun 2007 13:52 WIB
Jakarta - Ada-ada saja yang dilakukan demonstran untuk menyampaikan aspirasinya. Di antara massa pendemo KPUD DKI, ada seorang demonstran yang membawa celana dalam berenda dan BH. Bagi mereka, celana dalam wanita dan BH itu cocok diberikan kepada KPUD DKI. Aksi ini digelar ratusan orang dari Gabungan Mahasiswa dan Pemuda anti Korupsi (GAMPAR) dan Parlemen Pemuda Indonesia (Parpi) di depan kantor KPUD DKI, Jl. Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2007). Hingga pukul 13.50 WIB, aksi yang menuntut pemboikotan terhadap Pilkada DKI ini masih berlangsung. Celana dalam perempuan dan BH berwarna hitam ini sebagai simbol bahwa KPUD DKI Jakarta lamban dan banci, tidak tegas dalam membuat keputusan. Mereka menilai KPUD membiarkan dan mendiamkan kecurangan-kecurangan yang terjadi, antara lain tidak akuratnya daftar pemilih. Dalam aksi ini, sebagian demonstran juga mengenakan topeng monyet. "KPUD tidak tegas, hanya mengekor dan ikut-ikutan seperti monyet," teriak mereka. Massa memenuhi separo badan Jl. Budi Kemulyaan. Akibatnya, lalu lintas kendaraan di depan KPUD tersendat. Puluhan polisi menjaga ketat aksi ini.
(asy/aan)











































