Din: Pemerintah Setengah Hati Menindak RMS
Sabtu, 30 Jun 2007 13:41 WIB
Magelang - Pengibaran bendera RMS dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang dihadiri Presiden SBY sungguh menyedihkan. Insiden ini merupakan buntut akibat pemerintah yang selama ini dinilai setengah hati dalam menindak RMS. Muhammadiyah pun mendesak agar pemerintah mengambil langkah tegas dalam menindak separatis."Pemerintah harus tegas terhadap segala bentuk separatisme di tanah air, khususnya RMS. Selama ini tindakan pemerintah terhadap RMS terkesan setengah hati, misalnya membiarkan dia hidup meski dengan nama lain," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin usai upacara wisuda yang digelar di MM Dome, Kampus UMM, Malang, Sabtu (30/6/2007).Din menjelaskan, jika pemerintah setengah hati, tidak mustahil separatisme akan berkembang dan menggerogoti, serta menggoyahkan sendi-sendi keutuhan nasioanal. "Padahal itu jelas-jelas ada di depan mata," ujarnya.Menurut Din, langkah tegas yang harus diambil yakni berupa tindakan hukum terhadap separatis. "Siapa saja yang bersalah harus dihukum seperti pelaku kemarin. Itu harus dihukum tegas," pungkasnya.Pada Jumat 29 Juni 2007, puluhan pendukung RMS menari di depan Presiden SBY dan pejabat pemerintahan di Lapangan Merdeka, Ambon, saat digelar acara Harganas. Mereka menari Cakalele (tarian perang) dan membentangkan bendera RMS. Akibat penampilan mereka, Presiden SBY berang. Para pendukung RMS ini kemudian ditangkap dan diperiksa. Saat ini, para penari RMS ini masih diperiksa intensif oleh polisi.
(mly/qom)











































