Penyusupan Pendukung RMS
Polisi Masih Kejar Simon Saiya
Sabtu, 30 Jun 2007 13:17 WIB
Jakarta - Hingga saat ini, Polri masih mengejar Simon Saiya, pendukung Republik Maluku Selatan (RMS), yang menjabat sebagai Kepala Pemerintahan RMS. Diduga kuat bahwa Simon memiliki hubungan dengan tokoh RMS yang kabur ke luar negeri, Alex Manuputty. "Kami masih mencari Simon Saiya. Diduga ini ada hubungan dengan Alex Manuputty," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto seusai mendampingi jumpa pers Kapolri Jenderal Pol Soetanto dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto di Kantor Menko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2007).Menurut Sisno, dugaan keterlibatan Simon Saiya diendus polisi dari surat yang ditandatangani oleh Simon Saiya yang mengklaim sebagai Kepala Pemeritahan RMS. "Surat itu berbahasa Inggris. Ada beberapa poin," kata Sisno sambil menunjukkan salinan surat itu kepada wartawan. Surat tersebut disita polisi dari salah seorang dari 31 penari Cakalele yang saat ini telah dijadikan tersangka oleh Polda Maluku. Dalam kasus penyusupan para pendukung RMS di acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ini, polisi telah menyita berbagai barang bukti, antara lain bendera RMS, alat-alat yang digunakan saat tarian digelar seperti golok, dan juga dokumen-dokumen. Seperti diberitakan, Jumat (29/6/2007), puluhan pendukung RMS menari di depan Presiden SBY dan pejabat pemerintahan di Lapangan Merdeka, Ambon, saat digelar acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Mereka menari Cakalele (tarian perang) dan membentangkan bendera RMS. Akibat penampilan mereka, Presiden SBY berang. Para pendukung RMS ini kemudian ditangkap dan diperiksa. Saat ini, para penari RMS ini masih diperiksa intensif oleh polisi.
(asy/aan)











































