RMS Dijadikan Bumper untuk Ciptakan Opini Internasional
Sabtu, 30 Jun 2007 11:02 WIB
Jakarta - Pembentangan bendera RMS di depan Presiden SBY oleh penari Cakelele diduga untuk menciptakan opini internasional bahwa mereka masih eksis sehingga mendapatkan dukungan terus menerus. Kegiatan separatis yang didukung kekuatan asing juga perlu dicurigai."Contohnya harus dilihat kemungkinan Gerakan Papua Merdeka masih hidup. Tentunya bisa saja agar kerjasama internasional itu, RMS dijadikan bumper dalam rangka isu timur," kata anggota Komisi I DPR AM Fatwa saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/6/2007).Menurut Wakil Ketua MPR ini, kemungkinan kerjasama internasional ini harus diwaspadai. Intelijen diminta tidak hanya banyak bicara, namun banyak bekerja. "Di samping itu dengan perjuangan diplomatik, yang penting bagaimana menangkalnya," ujarnya.Tujuan mereka menari di depan presiden, lanjut Fatwa, sebenarnya bukan untuk mengganggu keamanan, namun untuk menciptakan isu internasional. "Ini pasti berita besar," tuturnya.Fatwa memperkirakan, ada pihak tertentu pendukung RMS yang bersedia ditangkap untuk dijadikan isu untuk merusak kredibilitas. Selain itu, persaingan internasional harus dipahami juga. "Banyak juga yang tidak ingin melihat keutuhan NKRI," imbuhnya.
(mly/asy)











































