Pilpres Didahulukan, Presiden akan Solid dan Kuat

Pilpres Didahulukan, Presiden akan Solid dan Kuat

- detikNews
Sabtu, 30 Jun 2007 09:50 WIB
Jakarta - Kelanggengan kekuasaan presiden ditentukan oleh dukungan dari anggota parlemen. Presiden akan sering 'tersandung' bila tidak punya dukungan dari pemilik kursi mayoritas di parlemen.Untuk mengatasi hal ini, pengamat politik M Qodari mengusulkan agar pemilu presiden (pilpres) didahulukan daripada pemilu legislatif."Pilpres diadakan sebelum pemilu legislatif maka kemungkinan besar partai yang mengusungnya akan menang pemilu," katanya saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/6/2007).Qodari mengusulkan agar wacana tersebut juga dibahas di dalam paket paket RUU Politik. Dengan demikian, presiden terpilih posisinya sangat kuat karena didukung kekuatan mayoritas di parlemen.Hal ini pernah dibuktikan Qodari lewat survei. Survei tersebut dilakukan setelah Presiden SBY terpilih pada Pemilu 2004."Pada bulan Februari 2005, Partai Demokrat meraih suara 24 persen, Partai Golkar 13 persen, dan PDIP 12 persen," ungkapnya.Teknik seperti ini juga akan membawa efek positif bagi iklim demokrasi. Qodari mengatakan calon presiden akan banyak karena tiap partai mungkin mengajukan nama calon presidennya masing-masing. Jika jagonya menang, maka partainya juga akan menang."Ini juga akan membuat akuntabilitas partai bagus. Parpol akan mengawasi presidennya, karena jika jelek maka dia juga akan ikut-ikutan jelek," ujarnya. (gah/gah)


Berita Terkait