Buntut Insiden RMS, Evaluasi Protokol Keamanan
Sabtu, 30 Jun 2007 08:21 WIB
Jakarta - Tanpa disangka-sangka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disuguhi bendera RMS oleh penari Cakalele saat memperingati Harganas di Lapangan Merdeka, Ambon. Sontak SBY pun tampak menahan emosinya saat melihat kejadian itu.Insiden tersebut seperti sebuah tamparan bagi aparat keamanan yang menjaga presiden. Pengamat M Qodari melihat harus ada evaluasi terhadap standar keamanan presiden."Evaluasi protokol keamanan presiden dan wapres. Perketat juga penjagaan di ring 2, tidak hanya di ring 1," tuturnya saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/6/2007).Kesuksesan para penari memamerkan bendera RMS dapat dijadikan koreksi para pengawal presiden. Qodari tidak dapat membayangkan bila penari tersebut juga membawa senjata api atau bom."Itu disembunyikan di alat musik kan tidak ada canggih-canggihnya," katanya.Evaluasi itu kian mendesak setelah beberapa waktu lalu helikopter yang ditumpangi Kapolri melintas di atas rombongan mobil Jusuf Kalla. Padahal sesuai prosedur, jalan atau daerah yang akan dilewati presiden atau wapres harus steril.Qodari menjelaskan, walau diperketat, pemeriksaan terhadap para tamu yang hendak menghadiri acara presiden harus diperlakukan dengan sopan. Hal ini untuk menghindari kesan pengamanan berlebihan dan melanggar HAM."Tinggal bagaimana cara menjalankannya. Prosedur ketat tapi orangnya sopan dan murah senyum," usulnya.
(gah/gah)











































