3 Kali Rapat, Insiden Bendera RMS Terencana Rapi

3 Kali Rapat, Insiden Bendera RMS Terencana Rapi

- detikNews
Jumat, 29 Jun 2007 21:27 WIB
Ambon - Intelijen Indonesia benar-benar dikerjai oleh gerakan Republik Maluku Selatan (RMS). Aksi pengibaran bendera RMS di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata sudah direncanakan dengan matang lewat 3 kali rapat."Sebelumnya kita sudah rapat sebulan lalu di Desa Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah," kata salah satu pengibar bendera RMS Abraham Saiya.Hal itu disampaikannya kepada detikcom usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Jl dr Latumeten, Kota Ambon, Jumat (29/6/2007).Abraham menjelaskan rapat kedua dilangsungkan di Desa Hutumuri, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Sementara itu rapat yang terakhir dilangsungkan sehari sebelum insiden yang terjadi di Lapangan Merdeka itu."Pada Kamis malam, 28 Juni 2007, pukul 18.30 Wit di rumah Likes Saiya di Kompleks Batu Gantung, Kota Ambon," ungkapnya.Rapat terakhir itu, menurut Abraham, adalah rapat pemantapan sebelum aksi puncak di depan SBY. Abraham sendiri usai permeriksaan langsung digelandang ke Markas Densus 88 Polda Maluku di Jl Sultan Hasanuddin, Kota Ambon.Orang yang diperiksa dalam kasus pengibaran bendera SMS oleh penari Cakalele di depan SBY saat upacara peringatan Harganas bertambah 6 orang. Hingga pukul 10.30 Wit sudah 31 orang yang diperiksa. 30 Orang sudah digiring ke Markas Densus 88 Polda Maluku, sementara 1 orang yang bernama Ferdjon Saiya masih diperiksa oleh penyelidik di Polres. (gah/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads