PDIP: Insiden Harganas Membuat Wibawa Presiden Tidak Ada
Jumat, 29 Jun 2007 17:31 WIB
Blitar - Munculnya bendera RMS pada saat kunjungan Presiden SBY di Ambon Maluku disesalkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurut Sekjen DPP PDIP Pramono Anung hal itu tidak perlu terjadi."Hanya ada satu kata yang bisa menggambarkan peristiwa itu yaitu memprihatinkan," katanya kepada wartawan usai berziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Jumat (29/6/2007).Menurut Pria kelahiran Kediri ini, peristiwa itu ada karena pihak panitia dan protokoler tidak siap mengantisipasi peristiwa semacam itu. Ini menurutnya adalah sebuah kecolongan dari panitia. "Yang datang kepala negara. Disuguhi tarian semacam itu akan menunjukkan wibawa presiden tidak ada," ujarnya.Peristiwa itu terjadi pada saat sejumlah pemuda pendukung RMS melakukan tarian perang (Cakalele) saat berlangsung puncak peringatan Harganas ke 14 di Lapangan Merdeka Ambon. Mereka juga membentang bendera RMS. Pemandangan ini membuat Presiden SBY yang menghadiri acara tersebut kaget. Presiden juga marah dengan aksi para pendukung RMS.
(wln/wln)











































