Pembentang RMS Babak Belur
Jumat, 29 Jun 2007 16:02 WIB
Ambon - Sebanyak 28 penari cakalele yang menyempatkan diri membentangkan bendera RMS di depan Presiden SBY, masih diperiksa polisi. Sebagian di antara mereka wajahnya babak belur.Sebanyak 10 orang yang diperiksa di Mapolres Ambon bisa diintip dari balik jendela. Wajah mereka tidak mulus lagi.Salah satu pemuda yang ditangkap polisi bernama Abraham Saiya (23). Kepada detikcom, Abraham mengaku digebuki polisi dari kesatuan Gegana. Jotosan itu diterimanya saat dia mencoba kabur dari Lapangan Merdeka, lokasi tempatnya beraksi di depan SBY.Sementara itu Kepala Desa Hutumuri turut diperiksa Densus 88 di Mapolda Maluku. Dia diperiksa tentang kaitannya dengan aksi itu mengingat musik tifa totobuang yang mengiringi tarian perang tersebut merupakan tanggung jawab Desa Hutumuri.Musik tifa totobuang saat ini telah langka dan hanya dimainkan oleh orang-orang tertentu saja untuk event tertentu. Musik ini diajarkan secara turun-temurun.Sementara itu, Kapendam XVI Pattimura Mayor Sukriansyah menyatakan, Pangdam belum bisa menggelar jumpa pers seperti rencana yang berkembang sebelumnya.Sedangkan Kapolres Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Tri Lulus Rahardjo meminta detikcom menanyakan kelanjutan masalah ini langsung ke Polda Maluku. "Ini urusan Polda," ujarnya.
(nrl/sss)











































