Aksi Mata Diplester di KPUD DKI

Aksi Mata Diplester di KPUD DKI

- detikNews
Jumat, 29 Jun 2007 15:30 WIB
Jakarta - Sekitar 20 mahasiswa berdiri berjajar. Mata mereka ditutup dengan plester hitam sebagai ungkapan untuk menyindir KPUD DKI Jakarta.Para mahasiswa yang mengaku dari BEM Jakarta Raya itu mengenakan jaket almamater kuning. Aksi itu digelar di depan KPUD DKI, Jl Budi Budi Kemuliaan, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (29/6/2007).Aksi itu adalah simbol atas KPUD DKI yang menutup mata atas kecurangan dalam pilkada."KPUD jangan lakukan kebohongan, tindak tegas segala kecurangan, jangan tutup mata," teriak salah seorang mahasiswa.Sekitar 100 meter dari aksi mahasiswa itu, digelar pula aksi oleh sekitar 500 orang dari Koalisi Rakyat Jakarta. Ini adalah aksi hari kedua mereka, setelah Kamis 28 Juni kemarin mereka gagal mendapat pernyataan tertulis KPUD DKI agar mengusut tuntas pemilih siluman yang mencapai 1,2 juta.KPUD DKI juga dituntut melakukan audit data pemilih, dan juga melakukan daftar ulang warga DKI yang belum terdaftar.Dalam aksinya mereka mebawa 2 baliho putih yang bertuliskan "Selamat atas terpilihnya KPUD DKI Jakarta sebagai KPUD terburuk di Indonesia", "Selamat KPUD telah menipu rakyat" dan "Wasit kok ikut main".Para demonstran terdiri dari beberapa elemen, antara lain Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi (Sordem), Masyarakat Antipenindasan (Mapan), Solidaritas Buruh Pelabuhan Indonesia, dan dari Barisan Cinta Negeri (Santri)."Kenapa ada anggota KPUD yang pernah masuk penjara tapi masih jadi pengurus KPUD. Ini membuktikan ada permainan," teriak orator aksi.Demo ini merupakan tindak lanjut aksi yang digelar Kamis 28 Juni kemarin. Massa pada Jumat ini lebih sedikit dari kemarin, mengingat pada aksi kemarin ada 1.000 orang yang terlibat.Massa membentangkan kain putih polos sepanjang 100 meter. Para demonstran itu lantas menuliskan tuntutan mereka. Rencananya, kain itu akan disampaikan ke KPUD DKI. Pada tas kain terbaca antara lain "KPUD = Rampok = Garong" dan "Usut pemilih hantu 1,2 juta".Putih Abu-abuTak hanya warga dan mahasiswa yang berdemo, pasukan putih abu-abu pun tak ketinggalan. Mereka menggelar demo dukungan Pilkada DKI.Sekitar 50 pelajar SMA itu mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Pelajar Jakarta (Gema Pajar). "Kami mendukung proses pelaksana pilkada yang bersih, jujur, dan adil," ujar salah satu pelajar.Akibat aksi tersebut, Jalan Budi Kemuliaan arah Thamrin ke Tanah Abang dan sebaliknya pun ditutup. Tak kurang dari 180 personel polisi mengamankan aksi tersebut. (nvt/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads