Bisa Jadi Intel Biarkan Penari RMS Muncul di Depan SBY
Jumat, 29 Jun 2007 13:41 WIB
Jakarta - Motif tampilnya para penari dari pendukung Republik Maluku Selatan (RMS) di depan Presiden SBY belum diketahui pasti. Tidak tertutup kemungkinan bahwa potensi kekacauan ini sudah diketahui intelijen sebelumnya, tapi dibiarkan dengan maksud tertentu.Usman Hamid, Koordinator Kontras, menilai tampilnya para penari yang membawa bendera RMS ke arena acara yang dihadiri oleh Presiden SBY sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Aparat kecolongan peristiwa ini."Masuknya mereka tidak masuk akal. Kok bisa aparat sampai kecolongan seperti itu. Biasanya, kan ada prosedur tetap dan protokol dalam pengamanan presiden untuk mensterilkan lokasi yang dikunjungi presiden," kata Usman di Kantor Kontras, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (29/6/2007).Karena itu, kata Usman, SBY harus segera memerintahkan pengusutan terhadap aparat keamanan dan intelijen terkait peristiwa ini. Sebab, ada kemungkinan bahwa intelijen sudah mengetahui adanya orang-orang tak diundang yang hadir di acara ini, namun membiarkannya."Bagaimana pun juga Presiden harus memberi perhatian untuk mengusut apakah di kalangan badan intelijen tidak memperhitungkan sebelumnya, atau memang ada unsur dari dalam yang mengetahui tapi tidak mengambil tindakan. Segala kemungkinan bisa saja terjadi, atau memang kebetulan, karena bendera kan bisa saja dikantongi. Atau juga memang lokasi tidak disterilisasi," tutur Usman.Usman tidak yakin para penari itu orang-orang RMS. "Saya tidak yakin. Saya tahu bahwa kelompok RMS sudah tidak eksis untuk memperjuangkan kemerdekaan di Maluku. Sebaiknya Presiden menyikapi ini dengan hati-hati. Jangan sampai menimbulkan polemik baru yang bisa menjadikan masalah baru bagi kebijakan dan keamanan," tutur dia.
(asy/sss)











































