Mbah Tardjo:
Copot Kapolda Maluku & Pangdam
Jumat, 29 Jun 2007 13:17 WIB
Jakarta - Wibawa Presiden SBY rusak menyusul insiden kecolongan aksi pendukung RMS saat peringatan Hari Keluarga Nasional di Ambon. Kapolda Maluku Brigjen Guntur Gatot Setiawan dan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Sudarmaidy harus dijatuhi sanksi."Harus ada pemikiran ke arah itu (pencopotan) baik kapolda dan pangdam sebagai satu hukuman jabatan," kata Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/6/2007).Menurut dia, wibawa SBY rusak akibat insiden pembentangan bendera RMS warna merah, putih, biru dan hijau di Lapangan Merah, Ambon itu."Presiden jadi tidak punya wibawa sama sekali," ujarnya.Puluhan pendukung RMS sebelumnya sempat menari sambil membentangkan bendera RMS pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-14 di Lapangan Merdeka Ambon. Acara ini dihadiri Presiden SBY. SBY jelas marah melihat insiden itu. 24 Orang lebih pendukung RMS pun dimintai keterangan di Mapolda Maluku dan Mapolres Ambon.Kapolri Evaluasi Kapolda Sementara Kapolri Jenderal Sutanto di Ciputat, Tangerang, menyatakan pihaknya akan mengevaluasi Kapolda Maluku terkait insiden RMS tersebut. "Nanti kita tunggu hasilnya," ujarnya usai menutup acara di Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa).Kapolri juga menyangkal insiden itu adalah kecolongan. "Tidak ada istilah kecolongan," ujarnya.
(aan/nrl)











































