Mengapa PKS Protes Keras DPT
Jumat, 29 Jun 2007 10:50 WIB
Jakarta - Sudah berhari-hari PKS memprotes daftar pemilih sementara (DPS) maupun daftar pemilih tetap (DPT). Saking kecewanya pada daftar pemilih itu, PKS mempertimbangkan menarik mundur jagoannya, Adang Daradjatun-Dani Anwar.PKS layak sebal karena menurut DPT yang didapatnya dari sejumlah Panitia Pemungutan Suara (PPS), banyak nama siluman yang tertera. Di PPS Kedoya Utara misalnya, PKS menemukan nama Anam ditulis dua kali dengan nomor KTP dan tanggal lahir berbeda, namun alamat sama.Nama Andrian T juga tertulis dua kali, dengan nomor KTP berbeda. Lalu ada Andrie Irawan yang ditulis dobel dengan nomor KTP berbeda, tanggal lahir sama, alamat berbeda sedikit, Ani Nur ditulis dua kali dengan nomor KTP sama namun identitas berbeda.Di PPS Pekayon juga serupa. Agung Hartono tertulis dua kali dengan nomor KTP sama namun alamat berbeda. Ananda Julia Andini juga tertulis dua kali dengan nomor KTP berbeda, alamat sama, tanggal lahir beda. Demikian juga nama Ariyanti, Bachtiar Rustam, Budiyanto, Dahlan Nurul Fajar, yang semuanya ditulis dobel. Di PPS Utan Kayu Selatan, nama Desro Simbolon tertulis dobel dengan alamat dan tanggal lahir sama dan nomor KTP berbeda. Dwi Sulistyo Rini juga muncul dua kali. Data pemilih itu dibuat oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pemprov DKI Jakarta berdasarkan data Pemilu 2004. Data itu dimutakhirkan pada 2006.PKS meminta agar data itu diaudit oleh KPUD yang menerima data itu apa adanya. Namun KPUD menyatakan pihaknya tidak memiliki kewajiban melakukan audit.
(asy/nrl)











































