Turis Eropa Akan Stagnan

Larangan Terbang Komisi Eropa

Turis Eropa Akan Stagnan

- detikNews
Jumat, 29 Jun 2007 10:44 WIB
Jakarta - Larangan terbang 51 maskapai Indonesia yang dikeluarkan Komisi Eropa akan memukul dunia pariwisata. Citra Indonesia yang tidak teratur, tidak aman, dan tidak nyaman membuat wisatawan Eropa yang datang tidak bertambah."Jumlah wisatawan Indonesia akan menjadi stagnan, tidak berkembang dengan baik. Jumlahnya nanti ya segitu-gitu aja," kata Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Thamrin B Bahri ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (29/6/2007).Jumlah wisatawan dari Eropa per tahunnya, lanjut Thamrin, sekitar 800 ribu hingga 600 ribu orang. Wisatawan itu berasal dari antara lain Belanda, Inggris, Italia, Spanyol, dan Jerman."Wisatawan Eropa itu sekitar 11 sampai 12 persen total wisatawan asing ke Indonesia, yang seluruhnya 5 juta per tahun," ujar Thamrin.Khusus wisatawan dari Belanda, meningkat terus persentasenya dari tahun lalu sejak ada visa on arrival. Juga ada beberapa penerbangan langsung dengan pesawat carter ke Bali, seperti dari Rusia."Kalau jumlah sih, masih lebih kecil dibanding dengan Asia. Namun, masalahnya citra itu. Sudah tidak teratur, tidak selamat. Jujur, mana ada di Indonesia yang teratur? Adanya cuma di hotel," ujar Thamrin.Solusi pemeringkatan maskapai oleh Dephub, menurut Thamrin, adalah suatu langkah yang positif. Kalau itu diumumkan kepada dunia internasional bisa memperbaiki citra Indonesia. Meningkatkan keteraturan di berbagai sektor, baik tranportasi maupun sarana dan prasarana publik juga harus diupayakan.Selain itu, Thamrin juga mengeluhkan biaya promosi pariwisata di Indonesia yang masih minim dibanding negara jiran, Malaysia."Yah, memang masih dalam tahapan seperti itu. Jadi nikmati sajalah," tuturnya. (nwk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads