5 Hari Listrik Mati, Setiabudi Masih Gelap Gulita
Jumat, 29 Jun 2007 09:54 WIB
Jakarta - Pemadaman listrik akibat gardu PLN Setiabudi meledak pada Minggu 24 Juni 2007 lalu masih terus berlangsung. Sampai saat ini, Jumat (29/6/2007) belum ada tanda-tanda listrik akan menyala.Akibatnya, warga Setiabudi yang sebagian besar adalah anak kos harus pontang-panting tiap sehabis magrib untuk mengungsi. Banyak juga yang sibuk mencari air untuk mandi atau sekadar membeli lilin untuk penerangan kamar."Kalau terus-terusan begini, bisa semaputlah kita," ketus Rino, karyawan bank swasta yang kos di Jalan Setiabudi V.Rino tidak habis pikir dengan PLN yang hingga kini belum juga menuntaskan masalah pemadaman listrik di Setiabudi. "Zaman moderen sekarang ini kok masih juga lamban menyelesaikan masalah mati lampu. Ini kan Jakarta. Listrik sangat vital," keluh Rino.Sementara Nikson, karyawan perusahaan swasta yang tinggal di Setiabudi Timur sempat geram. "Ayo kita demo PLN. Emang enak bergelap-gelapan tiap hari," cetusnya.Meskipun tiga genset besar telah didatangkan PLN dari Surabaya dan Semarang, namun belum bisa menjangkau seluruh kawasan Setiabudi. Penerangan dengan genset dilakukan secara bergilir dengan prioritas utama tempat-tempat usaha, seperti rumah makan, toko dan tempat-tempat umum. Sementara perumahan penduduk menjadi prioritas terakhir.Nyaris KebakaranAan, seorang karyawan swasta yang tinggal di Jalan Setiabudi Timur, kamar kosnya hampir terbakar gara-gara bantal gulingnya terbakar api lilin. Peristiwa tersebut terjadi Kamis malam sekitar pukul 02.00 WIB. Kepada detikcom ia menceritakan, bantal guling temannya tidur, tiba-tiba terbakar oleh lilin yang berada di samping tempat tidur Aan. "Untung saya terbangun karena kaki saya kena api, jadi saya langsung mematikan api yang sudah melalap sepertiga bantal guling saya," ujar Aan.Aan memadamkan api yang membakar bantal gulingnya dengan cara membanting-banting guling tersebut ke lantai. "Sebisanyalah, Mas. Namanya juga masih setengah tidur dan setengah bangun," pungkas Aan.
(anw/sss)











































