Demo RMS di Depan SBY Tamparan Keras Bagi Polri
Jumat, 29 Jun 2007 09:54 WIB
Jakarta - Demo pendukung Republik Maluku Selatan (RMS) di hadapan Presiden SBY menjadi tamparan keras bagi kepolisian RI menjelang HUT-nya yang ke-61 pada 1 Juli nanti. Harusnya peristiwa itu tidak terjadi."Ini musibah pengamanan. Tamparan keras bagi Polri. Seharusnya ini tidak terjadi. Harus diselidiki internal panitia bagaimana. Saya khawatir panitia disusupi pendukung RMS yang ingin unjuk gigi di mata presiden," ujar anggota Komisi Kepolisian Novel Ali kepada detikcom, Jumat (29/6/2007).Polri, imbuh Novel, harus melihat dan introspeksi diri di mana titik kelemahan proses pengamanan Presiden yang harusnya sangat ketat."Tidak hanya sisi polisi saja, tapi juga harus dilihat kelemahan sistem atau sub tertentu yang memang bukan tanggung jawab polisi. Misalnya, panitia seni untuk penyambutan presiden," ujar Novel.Novel menduga kasus yang memalukan ini terjadi karena faktor human error yang harusnya bisa dihindari."Harusnya untuk presiden, pengamanan polisi luar biasa. Ini kejadian langka dan aneh yang harusnya tidak terjadi. Bagaimana bisa? Dalam sistem keamanan, ini tidak layak," tanya Novel.Selain polisi, harus dicari pula satuan lain yang memiliki akses dalam pengamanan presiden yang mungkin disisipi simpatisan RMS, sehingga kejadian ini tidak bisa diantisipasi."Kalau disengaja apa bisa, bisa jadi ada unit keamanan di luar polisi yag ingin membuat malu presiden. Jadi ini perlu diproses dari semua sisi, tidak hanya polisi karena menyangkut pengamanan presiden," tegasnya.
(umi/nrl)











































