Dilarang Terbang ke Eropa, Garuda Cs Mesti Koreksi Diri
Jumat, 29 Jun 2007 08:19 WIB
Jakarta - Maskapai Indonesia diimbau jangan bersikap reaktif terhadap larangan pihak Eropa untuk terbang ke negeri mereka. Semestinya pelarangan itu dijadikan acuan bagi Indonesia untuk lebih mawas diri."Dengan larangan ini, kita harus lebih koreksi diri untuk meningkatkan diri sendiri, memperbaiki dan membetulkan kekurangan," kata pengamat penerbangan Kamis Martono, saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Jumat (29/6/2007).Dosen Universitas Trisakti ini berpendapat, yang dilakukan pihak Eropa adalah hak mereka yang diatur dalam pasal 1 Konvensi Chicago bahwa setiap negara berhak melarang untuk tujuan keselamatan."Larangan itu sah-sah saja dan wajar, kita juga bisa melakukan hal serupa," tegasnya.Larangan ini dikeluarkan setelah para ahli penerbangan Eropa menyatakan maskapai Indonesia tidak aman. keputusan itu diambil menyusul adanya 4 kali kecelakaan pesawat secara beruntun di Indonesia.Pejabat terkait di Indonesia juga dinilai gagal untuk memberikan jaminan keamanan yang selayaknya. Larangan ini akan diresmikan setelah rapat Komisi Eropa pada 6 Juli, bersamaan dengan update Uni Eropa tentang daftar penerbangan yang tidak aman.
(ndr/nrl)











































