Jelang Open Sky 2008, INACA Minta Penerbangan yang Adil

Jelang Open Sky 2008, INACA Minta Penerbangan yang Adil

- detikNews
Kamis, 28 Jun 2007 22:06 WIB
Jakarta - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) meminta penerbangan timbal balik (resiprokal) ke luar negeri dilakukan secara adil. Jika tidak, maka maskapai Indonesia akan terlibas dengan maskapai asing menjelang open sky (liberalisasi penerbangan) 2008"Kita tidak keberatan ada maskapai asing masuk ke Indonesia. Namun kita minta hak yang sama supaya kita juga bisa terbang ke negara asing tersebut. Tapi kalau kita tidak bisa terbang ke negara tersebut, ya juga jangan dilakukan ke negara kita," tegas ketua INACA Rusdi Kirana dalam jumpa pers di kantor INACA, Jl Teuku Cik Di Tiro 77, Jakarta Pusat, Kamis (28/6/2007).Permintaan INACA tersebut karena tanpa disadari open sky sudah terjadi sekarang. Bahkan ada maskapai asing dari Malaysia yang sudah buka cabang di Indonesia."Mana ada Garuda Malaysia, atau Lion Air Malaysia? Atau ada enggak maskapai asing buka cabang di Amerika atau India? Enggak ada itu, mereka menutup ruang udaranya," ujar Rusdi.INACA, lanjutnya, hanya meminta hak serupa yang diberikan kepada maskapai asing. Penerbangan timbal balik yang dilakukan kepada negara asing pun belum tentu menguntungkan."Katakan kita siap (open sky). Kita buka penerbangan ke Malaysia, ditanya rugi, jelas kita rugi. Indonesia kan penduduknya 220 juta, dibanding penduduk Malaysia berapa?," ujar Rudi mencontohkan.Negara juga harus menyadari bahwa ruang udara dan penduduknya itu termasuk aset. Sehingga jangan dibuka tanpa pertimbangan yang matang."Kenapa Singapura atau Belanda minta cepat-cepat open sky? Karena negara mereka kecil. Beda dengan Amerika dan India yang besar yang sampai sekarang tidak membuka begitu saja ruang udaranya. Karena mereka sadar ruang udara itu aset," katanya.Malaysia pun lanjutnya, membuka beberapa maskapai lokal sehingga jatah penerbangannya sudah penuh dengan pelayanan dari maksapai lokal itu. Sehingga, lanjutya, sulit bagi maskapai asing untuk bermain di dalam."Bisa membuka, tapi enggak dianggap," kata pria berkumis ini.Menurut Rusdi, hal tersebut sudah disampaikan kepada regulator yaitu Departemen Perhubungan (Dephub) dan sudah ditanggapi secara positif.Ajak Maskapai Bergandeng TanganSementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua INACA Samudra Sukardi mengatakan maskapai asing untuk bergandengan tangan agar solid dalam menghadapi open sky."Di pasar kita memang bersaing. Tapi kita harus menciptakan hambatan masuk menjelang open sky. Biar kuat dulu di dalam, baru bisa menghadapi tantangan dari luar," ujar Samudra.Untuk itu, lanjut Samudra, pertumbuhan maskapai penerbangan yang selama ini timpang, sebisa mungkin dibuat merata. Ada maskapai yang terlalu cepat pertumbuhannya, ada juga yang terlalu lambat. "Kita maju sama-sama lah," katanya.Selain maskapai yang harus dipersiapkan, penanganan pelayanan di darat pun juga setali tiga uang. Bandara-bandara di Indonesia dipandang masih buruk pelayanannya. "Ground handling seperti bandara, baik di landasan pacu maupun fasilitas bandaranya juga harus ditingkatkan," katanya.Untuk itu, lanjut Samudra, maskapai penerbangan nasional anggota INACA akan berkonsolidasi dalam Rapat Umum Anggota (RUA) INACA 2007 yang akan berlangsung tanggal 3 Juli 2007 di Denpasar, Bali. (nwk/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads