Pendemo-Polisi Dorong-dorongan, Pagar Taman KPUD Roboh

Pendemo-Polisi Dorong-dorongan, Pagar Taman KPUD Roboh

- detikNews
Kamis, 28 Jun 2007 16:51 WIB
Jakarta - Pendemo KPUD dan polisi tidak bisa menahan emosi. Kedua pihak saling unjuk kekuatan dengan dorong-dorongan. Halaman KPUD DKI Jakarta Berantakan. Pagarnya roboh.Kejadian itu dipicu oleh aparat kepolisian yang tidak mengizinkan perwakilan Koalisi Rakyat Jakarta masuk ke dalam KPUD. Sekitar 50 aparat polisi tidak mampu menahan dorongan massa yang menyebabkan pagar taman di depan KPUD roboh.Beruntung aksi ini tidak berlanjut pada tindakan anarkis lainnya. Polisi mengizinkan 10 perwakilan pendemo masuk ke gedung KPUD untuk bertemu pengurus KPUD.Tapi apa lacur, utusan pendemo harus gigit jari karena yang dicari sedang tidak ada berada di tempat. Informasi yang didapatkan detikcom, pengurus KPUD sejak Kamis siang sampai sore 28 Juni 2007 ini sedang berada di Polda Metro Jaya untuk menandatangani MoU dengan kepolisian tentang pengamanan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta."Kami akan terus menunggu sampai KPUD bersedia menandatangani surat ini. Kalau perlu kami menduduki KPUD jika tak satupun pengurus KPUD datang," kata Koordinator Masyarakat Anti Penindasan (Mapan) Ahmad Sahal di Kantor KPUD DKI, Jl Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat.Mapan adalah salah satu elemen masyarakat yang membentuk Koalisi Rakyat Jakarta. Mereka menyerbu kantor KPUD bersama dengan Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi (Sordem), Aliansi Buruh Jakarta, dan Solidaritas Buruh Pelabuhan Indonesia. Sedangkan surat yang dimaksud Sahal adalah surat pernyataan kesediaan pengurus KPUD mengusut pemilih hantu 1,2 juta suara, membuka pendaftaran ulang, dan audit seluruh data pemilih.Hingga pukul 16.00 WIB, pendemo masih duduk-duduk di depan kantor KPUD DKI Jakarta, menunggu kedatangan pengurus KPUD. Kekuatan polisi sudah ditambah dari 3 satuan setingkat kompi (SSK), menjadi 4 SSK yang berkekuatan 372 orang. (gah/ana)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads