SBY-JK 'Adu' Telekonferens

SBY-JK 'Adu' Telekonferens

- detikNews
Kamis, 28 Jun 2007 16:42 WIB
Jakarta - Di Maluku, Presiden SBY bertelekonferens ria dengan para nelayan. Di Jakarta, Wapres JK juga bertelekonferens ria dengan mahasiswa.Entah disengaja atau tidak, kebetulan atau tidak, yang jelas, telekonferens itu dilakukan pada hari yang sama, yakni Kamis (28/6/2007).Kedua pemimpin Tanah Air ini sama-sama menggunakan fasilitas media audio visual itu untuk berdialog dengan rakyat.Di Tantui, Ambon, Maluku, Presiden SBY yang datang untuk memperingati puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional XIV pada 28-29 Juni berdialog dengan sejumlah nelayan yang berada di Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru.SBY berdialog dengan gayanya yang tetap formal dan berwibawa dalam acara peresmian Pasar Ikan Higienis Tantui, Industri Nelayan Terpadu Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, dan Gedung Fakultas MIPA Universitas Pattimura, Ambon.Tanya jawab antara SBY yang mengenakan safari coklat muda dengan para nelayan berlangsung hangat dan akrab. Telekonferens digelar karena SBY tidak mungkin menyerahkan bantuan 200 speedboat secara langsung kepada para nelayan yang berada di Kabupaten Kepulauan Aru.Sementara di Jakarta, Wakil Presiden JK asyik bertelekonferens dengan para mahasiswa peserta Pertemuan BEM se-Indonesia Timur yang digelar di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulsel.Sumber di Istana Wapres mengungkapkan, telekonferens terpaksa digelar karena JK berhalangan hadir langsung ke Makassar seperti yang sudah diagendakan sebelumnya.SBY yang sedang berada di Ambon membuat JK tidak bisa keluar Jakarta. Karena lazimnya, presiden atau wapres harus berada di ibukota jika salah satunya pergi ke luar kota atau ke luar negeri.Melalui dua layar TV plasma, selama 30 menit JK berdialog dengan 6 mahasiswa. Pertanyaan mahasiswa lebih banyak mengkritisi pemerintah yang belum mampu memenuhi anggaran pendidikan 20 persen sesuai amanat UUD 1945. Selain itu status badan hukum milik negara (BHMN) sebuah perguruan tinggi menjadi pertanyaan.Dengan gayanya yang khas dan ceplas-ceplos, JK menjawab semua pertanyaan tersebut. Bahkan di satu sesi, JK malah menantang balik mahasiswa untuk bisa menghentikan semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur."Kita tidak bisa marah dengan kejadian sekarang. Kita demo kenapa ada lumpur. Tidak bisa begitu. Tapi universitas ada teknologi apa yang bisa mengatasi itu," tantang JK. (bal/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads