Penembakan Mahasiswa UNM
Ibu Amir: Anakku Tak Punya Musuh
Kamis, 28 Jun 2007 15:49 WIB
Makassar - Tertembaknya Amiruddin (20), mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) membuat ibunya, Daeng Lette (42) bingung. Sebab setahunya Amir tidak pernah punya masalah. Bahkan Amir dikenalnya sebagai orang yang sabar. "Dia tidak pernah berkelahi. Dia anak baik. Bahkan penyabar. Saya yakin, dia tidak punya musuh," ujar Lette saat ditemui di depan ruang ICU RS Faisal, Jl Faisal, Makassar, Sulawesi Selatan. Wajah Lette terlihat sangat sedih. Dia menunggui anaknya di luar ruang ICU, dengan berbaring beralaskan koran di lantai rumah sakit. Memang muncul sejumlah dugaan terkait tertembaknya Amir. Tersiar kabar jika ia ditembak oleh mahasiswa fakultas lain, adapula yang mengatakan kalau ia ditembak oleh orang yang dendam lantaran masalah di kampungnya. Amir adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Sebulan yang lalu, ayahnya meninggal. "Apalagi setelah ayahnya meninggal. Dia lebih banyak diam," ucapnya. Lette juga mengatakan, kalau dua hari yang lalu Amir sempat pulang ke kampungnya, Kabupaten Pangkep. "Dia datang minta uang, katanya mau bayar uang KKN," ceritanya. "Makanya saya kaget dengar berita itu. Saya kira sudah KKN, malah ada info kalau dia tertembak," tambah Lette. Amir tertembak di Kampusnya, ruang Mapala FIK UNM, Kampus Banta- Bantaeng. Sampai sekarang pelaku dan motif penembakan masih misterius.
(gun/djo)











































