Mengapung 10 Menit, Pesawat Nomad Tenggelam Lagi
Kamis, 28 Jun 2007 12:08 WIB
Pekanbaru - Tim Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair) TNI AL masih terus berupaya melakukan evakuasi pesawat Nomad N22S 817 yang terkubur selama 20 tahun di dasar laut perairan Mapur, Kepulauan Riau (Kepri). Bangkai pesawat ini sempat mengapung, tapi tenggelam lagi. Hingga Kamis (28/6/2007) pukul 11.55 WIB, Tim Dislambair masih berada di tengah laut untuk melakukan upaya pengangkatan bangkai pesawat itu. "Kemarin sore, tim sebenarnya sudah bisa mengangkat bangkai pesawat. Bangkai pesawat sempat mengapung 10 menit, tapi kemudian tenggelam lagi," kata Komandan Satu Dermaga Armada Barat (Armabar) Kolonel (Laut) Subariyoto saat dihubungi detikcom. Menurut Subariyoto, bangkai pesawat Nomad kembali jatuh ke dasar laut setelah tali-tali yang ditambatkan di drum-drum dan balon untuk mengangkat bangkai pesawat itu tiba-tiba terlepas. Terlepasnya tali ini akibat pengikat di bangkai pesawat tidak kuat dan putus. "Jadi, sepertinya bangkai pesawat ini sudah rapuh, karena sudah berada di dasar laut 20 tahun," kata Subariyoto. Meski masih belum berhasil, tim Dislambair terus berupaya mengangkat kembali pesawat itu. "Kemungkinan upaya pengangkatan hari ini lebih muda, karena pesawat sudah tidak terkubur pasir. Kalau sebelumnya, bangkai pesawat ini terkubur oleh pasir," ujar dia. Tim akan mencari tempat pengikat di bangkai pesawat yang lebih kuat. Menurut dia, bangkai pesawat ini cukup panjang, sekitar 14-16 meter. Bangkai pesawat ini mengalami kerusakan parah di bagian depan dan ekor. Sementara tim juga belum menemukan kerangka manusia di dalam bangkai pesawat itu, seperti yang ditemukan oleh para nelayan. Bila kerangka manusia ditemukan, diduga kuat kerangka itu adalah jenazah Mayor (Laut) Suwelo Wibisono, pilot pesawat naas itu.
(asy/mar)











































