Kisruh DPT, KPUD DKI Harus Dudukkan Kubu Adang & Fauzi

Kisruh DPT, KPUD DKI Harus Dudukkan Kubu Adang & Fauzi

- detikNews
Kamis, 28 Jun 2007 11:47 WIB
Jakarta - Daftar pemilih tetap (DPT) memunculkan kekisruhan dalam proses Pilkada DKI Jakarta. Karena itu, KPUD DKI harus proaktif menyelesaikan masalah dengan mendudukkan kubu Adang Daradjatun-Dani Anwar dan Fauzi Bowo-Prijanto.Sejumlah orang yang mengaku dari PKS mengambil DPT dari sejumlah panitia pemungutan suara (PPS). Penjelasan PKS, sebenarnya DPT itu sudah lama diminta, namun tak juga didapat.Beberapa orang PKS menilai, rivalnya yang merupakan incumbent, justru memiliki kemudahan dalam mengakses DPT."Memang perlu dibuat sistem di mana yang berkepentingan mempunyai akses yang sama untuk melihat DPT. Dan sebenarnya bukan cuma urusan DPT, tapi yang lain juga harus sama. Kalau begini, KPUD yang harus proaktif," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (28/6/2007).Menurutnya, temuan Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES) dan National Democratic Institute (NDI) tentang ghost voter atau pemilih siluman, memang pantas menjadi kekhawatiran.Data survei LP3ES dan NDI, sekitar 1,2 juta orang atau 21 persen dari total warga Jakarta bakal kehilangan suaranya. Sedangkan 25 persen lainnya dinilai sebagai pemilih siluman. Artinya, ada namanya tapi tidak diketahui orangnya apakah sudah pindah atau meninggal dunia."Mungkin kekhawatiran ini yang membuat massa PKS begitu ingin melihat DPT. Apalagi temuan PKS, banyak kader yang belum terdaftar," lanjut Qodari.Karena itu cara yang paling bijaksana, lanjut dia, adalah KPUD DKI mengajak kubu kedua calon untuk duduk bersama. "Ini penting agar komunikasinya jelas, dan ke depan tidak ada lagi masalah begitu, atau muncul masalah yang lebih besar sehingga sampai bentrok misalnya," kata Qodari. (nvt/sss)


Berita Terkait