Blunder Negatif PKS Bisa Kerdilkan Perolehan Suara

Blunder Negatif PKS Bisa Kerdilkan Perolehan Suara

- detikNews
Kamis, 28 Jun 2007 10:52 WIB
Jakarta - Perolehan suara pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar dalam Pilkada DKI Jakarta Agustus 2007 nanti dikhawatirkan akan mengerdil. Ini terjadi seiring kasus pengambilan daftar pemilih tetap (DPT) secara paksa oleh orang mengaku sebagai kader PKS."Kalau itu betul dilakukan orang-orang PKS, itu merupakan kampanye negatif PKS sendiri terhadap dirinya. Kalau itu betul, itu bisa mengerdilkan pemilih terhadap Adang-Dani," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani kepada detikcom, Kamis (28/6/2007).Dalam Pemilu 2004 lalu, imbuh Saiful, pendukung PKS tercatat 24 persen. Kalau tingkah laku PKS dalam Pilkada DKI seperti ini, paling banter PKS hanya mengantongi angka sebesar itu karena sulit mencari simpatisan lainnya."Yang lain bisa jadi antipati. Jika itu betul (kader PKS), jelas ini satu blunder serius yang dilakukan PKS. Karena itu PKS harus betul-betul menjelaskan alasan sebenarnya," tegas Saiful.Penjelasan itu diperlukan supaya ada pembenaran tindakan yang dilakukannya. Kalau sudah dijelaskan, masyarakat bisa jadi maklum. Misalnya pelaksana PPS kurang transparan dan kurang tanggap terhadap aspirasi dan sebagainya."Jadi informasi negatif ke publik belum meluas kalau segera diantisipasi. Kalau betul itu PKS ya, harus bikin penjelasan supaya masyarakat mengerti. Tidak ada jalan lain. Kalau itu dibiarkan tanpa penjelasan ya tidak benar," ujarnya.Jika kenyataannya PKS kesulitan mendapat akses data pemilih dibandingkan calon dari incumbent, PKS bisa membuktikannya dengan fakta-fakta dan ditunjukkan kepada publik bahwa KPUD sudah tidak adil dan memihak."Kalau itu bisa dibuktikan tentu akan mencoreng bukan hanya KPUD saja, tapi juga Fauzi Bowo selaku calon incumbent. Ini bisa berbalik," cetusnya. (umi/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads