Daripada Massa PKS Anarkis, Lebih Baik Adang-Dani Mundur
Rabu, 27 Jun 2007 17:11 WIB
Jakarta - Berita miring tentang PKS terwartakan. Dari tuduhan mengambil paksa daftar pemilih tetap (DPT) di sejumlah panita pemungutan suara (PPS) di DKI, hingga kericuhan demo massa PKS di depan KPUD DKI.Apa yang dilakukan massa PKS itu pun dinilai sebagai cara berpolitik yang buruk. Karenanya, tindakan itu disayangkan banyak pihak."Kalau merasa dirugikan dalam proses ini, sangat disayangkan kalau lantas ada aksi massa begitu. Lebih fair kalau pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar mundur," kata pengamat politik Indra J Piliang.Hal itu disampaikan Indra dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (27/6/2007).Menurut dia, bila PKS memilih mundur dari pencalonan Pilkada DKI, maka tidak lantas menjatuhkan partai berlambang bulan sabit kembar itu. Sebab, masyarakat pun akan melihat dengan rasional alasan apa yang menyebabkan PKS menarik calonnya dari pertarungan Pilkada DKI."Kalau PKS mundur, berarti KPUD DKI harus menunda pilkada. Karena kan memang minimal harus ada 2 pasangan calon," jelas pengamat dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) ini.Bila PKS sudah mundur, lanjut pria kelahiran 19 April 1972 ini, secara etika politik tidak bisa lagi mengajukan calonnya tanpa alasan yang akurat, saat KPUD DKI membuka pendaftaran pasangan cagub.
(nvt/sss)











































