Ngantor di Sidoarjo Bisa Jadi Bumerang untuk SBY
Rabu, 27 Jun 2007 15:54 WIB
Jakarta -
Keputusan Presiden SBY ngantor di Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat sorotan. Apa yang dilakukan SBY itu bisa menjadi bumerang yang siap menghantam balik.Kehadiran presiden di lokasi semburan lumpur panas itu malah dinilai menunjukkan kelemahan pemerintah."Ini bisa menjadi bumerang bagi presiden. Karena ini menyangkut presiden sebagai kepala dari pemerintahan dan kepala negara. Kalau presiden sudah turun tangan seharusnya kasusnya sudah selesai," cetus Wakil Ketua Dewan perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida.Hal itu disampaikan dia dalam keterangan pers, di Gedung DPD, Senayan, Jakata, Rabu (27/6/2007).Menurut Laode, presiden merupakan representasi tertinggi dari negara. Karenanya, tidak ada lagi yang lebih tinggi daripada presiden."Kalau kasus lumpur ini tidak selesai, tentu akan menciptakan pencitraan yang tidak baik. Jadi kalau menurut saya, malah kehadiran presiden ini mempertunjukkan kelemahan presiden," imbuh dia.Di tempat yang sama, anggota DPD asal Jatim Mahmud Ali Zain mengatakan, kehadiran presiden harus bisa menyelesaikan kasus ini."Jangan rakyatlah yang dihadapkan dengan Lapindo, tapi pemerintah yang harus menghadapi Lapindo. Mudah-mudahan itu yang dilakukan presiden," kata Mahmud.SBY mengantor di Sidoarjo selama dua hari yaitu Senin dan Selasa (25-26 Juni 2007). Hari ini SBY beraktivitas seperti biasa di Jakarta.
(nvt/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































