Istana Klaim Kunjungan SBY ke Sidoarjo Tidak Sia-sia
Rabu, 27 Jun 2007 15:44 WIB
Jakarta -
Pihak Istana Kepresidenan RI membantah tudingan bahwa kunjungan kerjaPresiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Sidoarjo tidak mendatangkan manfaat konkret bagi korban lumpur Lapindo.Sebaliknya, setelah kedatangan langsung Presiden SBY ke lapangan, sejumlah hambatan prosedural dalam percepatan pembayaran ganti rugi berhasil dicarikan jalan keluarnya."Hasilnya seperti diketahui sendiri, hari ini dilakukan pembayaranbidang-bidang tanah yang tersisa dari 522 hektar yang telah diverikasisebelumnya oleh timnas (lumpur Lapindo)," kata Jubir Kepresidenan, Andi Mallarangeng di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (27/6/2007).Bukan itu saja hasil dari rangkaian rapat dan pertemuan Presiden SBYdengan BLPS, menajemen Lapindo dan pemerintah daerah setempat. Pihak BPLS diharuskan untuk memperkuat tim verifikasinya dengan target dapatmenyelesaikan verifikasi minimal terhadap 1.000 lahan per minggu.Sedangkan pada menajemen Lapindo, mereka membuka escrow account atas nama bersama BPLS untuk menampung dana yang akan dibayarkan pada korban lumpur.Sampai tuntasnya semua urusan ganti rugi, pihak Lapindo wajib mempertahankan saldo minimal per minggu rekening itu mencapai Rp 100 miliar."Kemarin Presiden sudah turun langsung, dan tercapai solusi. Tinggal implementasinya saja, Pak Nirwan Bakrie sendiri mengatakan siap," sambung Andi.
(lh/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































