Lebih 20 PPS Kelurahan Disatroni Orang Tak Dikenal

Lebih 20 PPS Kelurahan Disatroni Orang Tak Dikenal

- detikNews
Rabu, 27 Jun 2007 14:55 WIB
Jakarta - Pengambilan secara paksa Daftar Pemilih Tetap (DPT) ternyata terjadi di lebih 20 Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat kelurahan. Di tingkat kecamatan juga tidak jauh beda.Dari 10 kecamatan yang ada di Jakarta Timur, 8 kecamatan kecuali Duren Sawit dan Cakung disatroni kelompok tidak dikenal semalam."PPS-PPS yang ada di wilayah Jakarta Pusat yang semalam didatangi orang-orang tidak dikenal sekarang sedang lapor ke Polres Jakpus," ungkap Sekretaris KPUD DKI Jakarta Muflizar di kantornya, Jalan Budi Kemulyaan, Jakarta, Rabu (27/6/2007).Sejumlah kelurahan yang sudah mengadukan kasus ini ke KPUD di antaranya Kelurahan Bungur, Kebon Sirih, Kayu Putih, Karet Tengsin, Kedoya Utara dan Kebon Jeruk.Di Kedoya Utara, imbuhnya, ada 50 DPT yang dicuri untuk 50 TPS.Sedangkan di Kayu Putih, dari 77 TPS, DPT yang diambil untuk TPS 38 sampai TPS 77. Satu TPS kira-kira 1.500 pemilih. "Kita sudah menyiapkan tim advokasi untuk menangani kasus ini," kata Muflizar.Tim advokasi KPUD, katanya, kini sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Hanya saja Muflizar tidak mengatakan, apakah sekelompok orang yang mengambil paksa DPT dari parpol atau ormas tertentu. "Kami masih mengumpulkan bukti," katanya.Kasus ini bisa dikenai pasal pidana. Karena itulah KPUD kini tengah mengumpulkan bukti dan fakta apakah peristiwa semalam mengandung unsur kesengajaan dan pidana, dan upaya menghalangi pelaksanaan pilkada."Dalam UU 32/2004 jika terbukti ada seseorang atau sekelompok melakukan upaya menghalang-halangi pilkada dengan mengambil hak suara orang lain, itu sudah terkena unsur pidana," tutur Muflizar.Dia mengatakan, dalam UU 32/2004 pasal 115 ayat 5 dikatakan, setiap orang yang dengan kekerasan atau ancaman menghalangi orang lain untuk bisa memilih atau mendaftar dapat dikenai sanksi pidana. Pengambilan paksa DPT, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menghalangi atau menghilangkan hak pilih orang lain. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads