Nelayan Pro Rokhmin Surati SBY, Ancam Blokir Pantura
Rabu, 27 Jun 2007 11:30 WIB
Jakarta - Sepucuk surat diserahkan nelayan pantai utara (pantura) untuk Presiden SBY. Nelayan mengancam akan memblokir jalan di sepanjang pantura jika mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri tidak dibebaskan.500 Nelayan melakukan longmarch dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (27/6/2007).Para nelayan yang menyampirkan sarung aneka corak di lehernya ini menyampaikan surat ultimatum kepada orang nomor satu di Indonesia.Selembar surat itu isinya meminta agar Rokhmin yang kini menjadi terdakwa kasus dana nonbujeter DKP dibebaskan. Ada 4 tuntutan yang diajukan yakni meminta agar semua penikmat dana DKP tanpa perkecuali termasuk Amien Rais, Salahuddin Wahid, Fachri Hamzah dan lain-lainnya diadili, meminta agar Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi ditangkap dan diadili, meminta KPK mengaku menerima dana DKP Rp 2,4 juta, dan meminta agar turbulensi politik dihentikan demi keselamatan bangsa.Surat ultimatum itu diterima seorang petugas Paspampres yang berjanji akan menyampaikan ke Presiden SBY."Jika tidak dipenuhi kami akan memblokir jalan pantura. Nelayan tidak takut ditahan," kata salah seorang orator.Para nelayan terus meneriakkan yel-yel "Rokhmin Pantura, bebaskan Rokhmin".Puas berorasi, para nelayan pun memanjatkan doa agar Rokhmin dibebaskan. Pukul 11.05 WIB, nelayan pun bergerak ke DPR dengan menumpang 7 bus Cirebon.
(aan/nrl)











































