Bang Yos Harus Konsisten Busway Hanya untuk Transjakarta

Bang Yos Harus Konsisten Busway Hanya untuk Transjakarta

- detikNews
Rabu, 27 Jun 2007 11:13 WIB
Jakarta - Insiden perusakan mobil Dishub oleh massa membuat ingatan melayang pada cita-cita awal membangun busway: bus khusus untuk Transjakarta. Jika saat ini busway melenceng dari garisnya, maka harus diluruskan kembali. Busway hanya untuk Transjakarta saja!Berikut pendapat pembaca detikcom, Rabu (27/6/2007);Tri CahyoTolong Pak Gubernur konsisten dengan cita-cita membuat Jakarta aman, nyaman, dan terkendali, dengan cara menyiapkan angkutan umum yang katanya sangat manusiawi, dan bebas hambatan yaitu dengan dibuatkannya lajur khusus busway agar Jakarta terhindar dari kemacetan. Tapi tolong Pak Gubernur juga melihat bahwa instruksi Saudara tidak berjalan di tingkat bawah karena aparat yang diberi tugas untuk mengatur tidak serta merta menjalankan, yang pada akhirnya ibukota yang kita cintai ini bertambah macet tidak seperti yang kita idam-idamkan selama ini. Walaupun tidak semua jalur busway terpakai oleh pengendara umum, yang sedikit terpakai itu akan membawa dampak yang luar biasa di kemudian hari. Salut saya sampaikan kepada Bapak Gubernur yang satu ini, dapat memberikan terobosan yang tidak populer untuk sejumlah kalangan tertentu, tetapi memberi manfaat bagi banyak orang.Roy RahmanBusway dibangun dengan dana besar dengan tujuan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, apa gunanya jika kendaraan khusus ini masih macet juga.Polisi memang berwenang untuk mengatur kendaraan di jalanan dan mengambil keputusan untuk kelancaran tersebut. Tapi jangan sampai merusak tujuan besar dari transjakarta yang untuk mengatasi masalah. Biarkan saja jalanan umum macet dengan mobil-mobil pribadinya tsb.Kalau tahu macet sedangkan bsuway lancar, cepat, aman, nyaman, terjangkau dll, lama kelamaan juga mereka akan pindah ke bsway dan pada ahirnya bisa mengurangi kemacetan di Jakarta, syukur-syukur Jakarta bebas dari kemacetan. Jadi polisi jangan sekali-kali memberi peluang kepada mobil umum (pribadi) untuk masuk ke jalur busway, sekali diberi peluang mereka akan terus melanggar. Saya juga pemakai kendaraan pribadi tapi jika busway lebih menjanjikan saya pun akan memakai jasa busway dan saya akan berpikir ulang untuk menambah kendaraan lagi. Jadi tolong mari sejak saat ini kita bangun kedisiplinan di jalanan demi untuk kelancaran bersama.AndySungguh mengecewakan. Langkah perbaikan transportasi umum yang awalnya sudah mulai membaik menjadi kacau lagi karena kurangnya koordinasi dan kerjasama antar instansi Dephub dan Kepolisian. Ini memang merupakan ciri-ciri khas kurangnya kesadaran, disiplin, dan pemikiran untuk kepentingan umum di negara kita. Pantas saja waktu saya mampir ke Jakarta baru-baru ini, saya juga heran melihat kendaraan-kendaraan pribadi masuk ke jalur busway, sungguh semrawut.VictorSaya sebagai pemakai kendaraan pribadi sangat setuju kalau busway itu adalah khusus untuk bus Transjakarta saja dan tidak diperbolehkan untuk kendaraan pribadi (motor, mobil dan angkutan) tidak terkecuali untuk kendaraan Presiden/Wakil dan Menteri. Peraturan adalah peraturan yang harus ditegakkan. Jikalau jalur busway macet juga, apa bedanya sama bis-bis AC non busway, macet juga toh? Sudah saatnya masyarakat Jakarta untuk belajar antre dan lebih menghormati hak orang lain. Yang sangat disayangkan memang saya menyaksikan sendiri bahwa banyak kejadian kendaraan pribadi masuk jalur busway berhubung diarahkan oleh polisi.Dalam hal ini, kami sebagai masyarakat Jakarta berharap untuk adanya koordinasi antara pihak polisi dan DLLAJR terutama di lapangan. Jikalau pemecahannya bahwa DLLAJR boleh menilang kendaraan pribadi, akan sangat berbahaya sekali karena di situ menjadi lahan tambahan korupsi utk DLLAJR sendiri seperti yang kita semua ketahui di jalanan bagaimana proses penilangan oleh Pak Polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat. SyarifSaya setuju, memang yang namanya jalur bus (dalam hal ini Transjakarta) hanya untuk bus bukan untuk sedan, motor atau yang lainnya. Polisi harusnya memberi teladan dengan menegakkan peraturan, memberi contoh dan bersikap konsisten. Kalau alasan macet, di Jakarta, macet adalah hal yang lumrah setiap hari.Jadi yang harus ditindak itu adalah:1. Yang melakukan pengeroyokan kepada "oknum" Dishub, karena main hakim sendiri dan juga masuk jalur busway seenaknya.2. Pelanggar lalu lintas yang masuk jalur bus seenaknya.3. Oknum Dishub yang memang suka menilang tanpa sebab.4. Oknum polisi yang suka mengizinkan kendaraan pribadi pakai jalur bus (busway).Rohmat AlghifariSaya pengguna busway koridor VI, saya juga sangat kecewa sekali dengan aparat yang membiarkan mobil-mobil,motor jalan di jalur busway.Menurut saya tidak ada alasan apa pun bagi aparat kepolisian untuk memasukan kendaraan ke jalur busway. Biar para penumpang busway benar-benar nyaman meskipun harus berdiri. Kalau kejadiannya seperti ini terus menerus, saya rasa tidak ada bedanya naik angkutan umum biasa karena harus terjebak macet juga.IrsalSebagai pemakai kendaraan pribadi, saya mendukung untuk memberikan jalur eksklusif kepada bus Transjakarta. Karena tujuan utama dioperasikannya busway adalah untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Jadi jika saat ini pengguna kendaraan pribadi merasa jalanan semakin macet karena keberadaan busway maka seharusnya bukan malah diizinkan menggunakan jalur busway tapi mereka harus dipaksa untuk pindah menggunakan busway. Karena kalau tidak begitu maka tujuan utama busway malah tidak tercapai.Saya bekerja di daerah Kuningan, saya sempat menggunakan busway untuk berangkat bekerja, tetapi karena busway koridor Kuningan sering terlambat dan tidak pasti waktunya karena terjebak macet, maka saya kembali menggunakan kendaraan pribadi.SiswantoTerjadi juga kemarin sore pada koridor VI, saya yang biasa menggunakan jasa angkutan umum busway ini, sempat merasa kesal dan nggak ketulungan gondoknya kepada pengguna mobil pribadi dan aparat yang membolehkan masuk jalur busway. Kemarin tanggal 26 Juni 2007, saya yang terbiasa dengan perkiraan waktu jarak tempuh busway Ragunan - Kuningan Timur (20 menit), saya membuat janji dengan klien di daerah GatSoe, terpaksa telat.Busway mulai tersendat ketika akan memasuki halte Mampang Prapatan. Mohon kepada para aparat untuk tidak melakukan pengalihan kendaraan pribadi ke jalur busway, apalagi karena alasan macet. Biarkan saja orang dengan kendaraan pribadi merasakan macet .(bukan macet karena ada busway, tapi karena macetlah busway jadi solusi) yang menurut saya sudah menjadi solusi yang sanat tepat. Achmad Sri FadlySaya sangat prihatin dengan aparat kepolisian yang tidak menerapkan hukum dan peraturan yang berlaku. Jika jalur busway pada jam-jam macet digunakan oleh kendaraan pribadi (mobil dan motor) apalagi diizinkan oleh polisi maka tentu akan sangat sia-sia sarana busway dibangun. Hal tersebut sudah sangat jelas, dengan dibangunnya busway, diharapkan masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi akan berkurang karena beralih ke busway. Akan tetapi, jika polisi memberikan izin jalur busway digunakan kendaraan pribadi pada jam-jam macet alih-alih menghindari kemacetan, maka kapan kemacetan bisa diatasi? Karena dengan sikap polisi tersebut masyarakat tetap akan menggunakan kendaraan pribadi karena mereka berpikir toh dalam keadaan macet bisa lancar masuk jalur busway.Dengan menerapkan peraturan jalur busway hanya untuk busway meski pada jam-jam macet, maka masyarakat akan berfikir untuk beralih menggunakan busway karena mereka merasa tidak nyaman jika harus menggunakan kendaraan pribadi karena sering terjebak macet. Ayolah Pak Polisi, tegakkan hukum dan peraturan!Linda Selain saya juga pemakai jalan raya dalam arti kata pengendara, saya pun juga pemakai jasa busway.Saya sangat tidak setuju bila polantas membiarkan dan bahkan mengarahkan pengendara selain Transjakarta (TJ) untuk memakai jalur busway tersebut. Karena memang jalur tersebut dibangun dan diperuntukkan untuk bis TJ dengan tujuan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi/umum non TJ di jalan raya. Saya rasa tindak disiplin harus ditegakkan dari awal sampai kapanpun, mengingat mental warga jakarta (Indonesia) susah untuk diajar disiplin, oleh karena itu marilah kita mulai dari tepat guna jalur busway ini.Ingat dengan kasus Pedagang Kaki Lima (PKL) yang digusur-gusur setelah menumpuk dan susah diatur, itu semua sebab dari ketidakdisiplinan baik petugas maupun PKL. Kalau dilarang sejak awal berdiri satu atau dua PKL, tentu lebih mudah, daripada menunggu sampai jumlahnya sudah ratusan. Yang ada malah tawuran/kriminal pada saat penggusuran terjadi.Untuk jalan yang macet, itu sudah memang risiko bagi pengendara, bila jalan yang dilaluinya macet, bukan berarti merasa berhak untuk memakai jalur busway dan juga bagi petugas aparat, jangan malas atau putus asa dengan kondisi jalan macet dan kemudian mengambil jalan pintas membiarkan dan mengarahkan kendaraan masuk ke jalur busway. Karena, masuk/tidak masuk jalur busway bagi pengendara, tetap saja jalanan macet. Oleh karena itu, jangan emosi dan iri dengan lancarnya jalur busway. Aparat harus bersama-sama menegakkan disiplin berkendara di jalan raya. Dengan cara ini, pengendara jadi tidak bingung dan jelas dengan peraturan jalan raya yang ada.Sekali lagi saya mengatakan di sini, bahwa saya juga pemakai kendaraan pribadi dan pemakai jasa TJ. Ketika saya mengendarai mobil pribadi, saya berusaha mendisiplinkan diri saya ketika macet untuk tidak tergoda memakai jalur busway. Mudah-mudahan aparat polantas, Dishub dan juga pengendara lainnya, sama-sama paham dengan arti disiplin berkendara ini. (nrl/nrl)


Berita Terkait