Golkar Tanggapi Dingin Pertemuan 8 Parpol
Rabu, 27 Jun 2007 10:54 WIB
Jakarta - FPG dan FPDIP tidak diajak dalam pertemuan 8 pemimpin fraksi di Hotel Mulia, Jakarta. Golkar menanggapi pertemuan pada Selasa 26 Juni 2007 malam itu dengan dingin.Golkar menilai mereka tidak memahami substansi pertemuan PDIP-Golkar di Medan, Sumut beberapa waktu lalu."Saya pikir kawan-kawan dari partai lain belum memahami pertemuan tersebut. Tapi itu hak mereka," ujar Wasekjen Partai Golkar Rully Chairul Azwar kepada detikcom, Rabu (27/6/2007).Menurut Rully, dalam pertemuan di Medan tersebut sama sekali tidak membahas tentang koalisi permanen. "Kecurigaan mereka tidak berdasarkan pemahaman yang jernih. Kita tidak koalisi permanen, tapi kesamaan platform perlu diapresiasi," ujar Rully.Pertemuan 8 pimpinan fraksi Selasa malam membahas tentang RUU Parpol yang dianggap hanya menguntungkan Golkar dan PDIP. Namun Rully menolak pandangan tersebut."Jangan suudzhon dulu. Kalau dipikir, apa yang diusahakan pemerintah harus dihormati," kata Rully.Pertemuan tersebut juga menyepakati bahwa nasionalisme dan NKRI di Indonesia sudah selesai, sehingga tidak perlu diungkit-ungkit kembali. Menurut Rully, pandangan tersebut terlalu menyederhanakan persoalan."Jangan terlalu menganggap enteng. Euforia politik belum selesai. Masih banyak konflik terjadi akibat masalah perdebatan tentang nasionalisme dan NKRI," ujarnya.Golkar, menurut Rully, masih terus membuka peluang untuk berkoalisi dengan partai manapun, tanpa mendiskriminasikan latar belakang parpol tersebut.
(anw/sss)











































