Koalisi 8 Parpol Bisa Tumbangkan Kekuatan PDIP dan Golkar

Koalisi 8 Parpol Bisa Tumbangkan Kekuatan PDIP dan Golkar

- detikNews
Rabu, 27 Jun 2007 10:16 WIB
Jakarta - Meski jumlah suara 8 parpol di DPR yang berkoalisi masih di bawah jumlah suara PDIP dan Partai Golkar, bukan mustahil mereka bisa menumbangkan kekuatan dua parpol besar itu. Apalagi pertemuan PDIP dan Golkar di Medan telah menimbulkan friksi di internal Golkar. Kalau dilihat jumlah kursi di DPR, menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Rabu (27/6/2007), koalisi 8 parpol cukup bisa mengimbangi PDIP dan Golkar. Gabungan PDIP-Golkar kalau dijumlahkan 238 kursi, sedangkan koalisi 8 parpol sekitar 213 kursi. Beda kekuatan dua koalisi ini hanya 25 kursi."Tapi persoalannya apakah Koalisi Merah Kuning (PDIP-Golkar) bisa solid, karena kita sampai saat ini mendengar adanya friksi internal di Golkar," imbuh Qodari. Bukan rahasia lagi jika faksi Agung Laksono tidak setuju dengan Koalisi Merah Kuning yang digalang Ketua Dewan Panasihat Partai Golkar Surya Paloh. "Jadi bukan mustahil mereka bisa membelot saat membahas RUU Paket Politik. Lebih dari 25 orang membelot, situasi akan berbalik. Katakan Koalisi Reformasi justru akan menguat," cetus Qodari.Apalagi pertemuan 8 parpol itu diyakini Qodari sebagai isyarat kepada Golkar dan PDIP bahwa mereka ada dan punya kekuatan.Tak Terkait Pemilu 2009Soal pembentukan dua koalisi ini, menurut Qodari, agendanya sudah terbaca jelas, yakni untuk menghadapi pembahasan RUU Paket Politik yang akan segera digelar DPR. "Belum sampai ke Pemilu 2009, pilpres misalnya, tapi untuk melempangkan jalan tolnya dulu bukan kendaraannya," ujar dia.Karena itu, imbuh dia, terlalu spekulatif jika koalisi PDIP-Golkar di Medan dilakukan untuk mengusung Jusuf Kalla dan Puan Maharani dalam Pilpres 2009 nanti."Bukan hanya kita belum lihat Megawati akan mundur dan Puan disiapkan secara sistematis, tapi yang kelihatan di depan mata adalah pembahasan RUU Paket Politik. Golkar dan PDIP kan punya agenda soal penyederhanaan sistem kepartaian," bebernya.Meski punya potensi menumbangkan koalisi PDIP-Golkar, koalisi 8 partai, imbuh Qodari, bukan berarti tidak bisa pecah.Sebab jumlah mereka cukup banyak, sehingga banyak kepala yang harus disatukan visinya. Belum lagi ideologi parpol-parpol itu cukup beragam."Belum lagi kalau ada tawaran dari Golkar dan PDIP mengenai electoral trashold, misalnya di atas 10 persen, tentu akan ada pengelompokan. Karena hanya Golkar dan PDIP yang di atas 10 persen. Atau di atas 5 persen misalnya," tutur dia.Jika tawarannya di atas 5 persen, parpol seperti PKB, PKS dan Partai Demokrat diyakininya akan cukup percaya diri. Namun PAN dan PPP akan was-was."Jadi kekuatan koalisi-koalisi ini tergantung agenda apa yang mau disodorkan ke depan. Apa yang sedang dan akan diperjuangkan," ujar dia. Hal itu baru terlihat jelas ketika fraksi-fraksi sudah mulai memberikan tanggapan terhadap RUU Paket Politik yang disodorkan pemerintah. (umi/nrl)


Berita Terkait